Mutasi Besar di Kejaksaan, Dirdik Jampidsus dan 8 Kajati Diganti
Jaksa Agung memutasi Dirdik Jampidsus dan delapan kajati. Rotasi jabatan dilakukan untuk promosi dan penyegaran organisasi.
Harianjogja.com, SLEMAN—Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-103 Kodim 0732 Sleman memasuki hari ke-18. Hingga Jumat (2/11/2018), anggota Satgas TMMD terus bekerja merampungkan sasaran fisik yang sudah menjadi target dalam program ini, salah satunya rehabilitasi rumah tak layak huni (RTLH) milik Suradiyah, 73, warga Dusun Temuwuh Kidul, Desa Balecatur, Kecamatan Gamping. Saat ini rehabilitasi mencapai 80%. Pada Jumat, sejumlah anggota TNI dan warga mulai memasang keramik.
Kepala Desa Balecatur, Sebrat Haryanti, mengungkapkan rumah Suradiyah merupakan skala prioritas RTLH yang sudah tidak layak untuk ditempati. Sebelumnya rehabilitasi rumah Suradiyah menjadi target Pemerintah Desa Balecatur. Tetapi lantaran keterbatasan anggaran, rencana rehabilitasi tertunda. “Beruntung dengan adanya program TMMD, rumah milik Suradiyah akhirnya bisa direnovasi,” kata Sebrat Haryanti, Jumat.
Kegiatan bedah rumah ini merupakan bagian dari pembangunan fisik dalam program TMMD yang bertujuan menyejahterakan warga yang kurang mampu. Bedah rumah ini sekaligus bentuk kepedulian TNI kepada masyarakat yang kurang mampu. “Warga yang kurang mampu dan rumahnya masuk dalam kategori tidak layak huni bisa mendapatkan bantuan untuk direhabilitasi sehingga menjadi layak huni,” kata Sebrat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jaksa Agung memutasi Dirdik Jampidsus dan delapan kajati. Rotasi jabatan dilakukan untuk promosi dan penyegaran organisasi.
Sekolah Rakyat MA 20 Sleman memastikan PWA masih berstatus siswa dan membantah kabar kabur maupun putus sekolah usai kasus celurit.
Krisis migran di perbatasan Spanyol-Maroko menewaskan 67 orang. Gelombang penyeberangan massal diduga dipicu faktor politik dan diplomatik.
Petani di Kapanewon Semin mulai panen tembakau Grompol. Harga daun basah Rp4.500 per kilogram dan tetap dinilai menguntungkan.
Satu bayi kasus penitipan di Pakem masih dirawat BRSPA Dinsos DIY setelah orang tua biologis meminta perpanjangan masa penitipan.
Program Sapa Bantul kembali disalurkan kepada 1.000 KPM melalui warung pangan warga dengan paket sembako bergizi senilai Rp200.000.