Mahasiswa UNY Ciptakan Alat Pembuat Emping Otomatis

Mahasiswa UNY menciptakan alat pembuat emping otomatis dan berhasil meraih dana Dikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa, belum lama ini. Ist
27 November 2018 22:10 WIB Bernadheta Dian Saraswati Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Proses pembuatan emping melinjo yang rumit menjadi perhatian mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Empat mahasiswa bergerak menciptakan mesin pembuat emping otomatis yang diberi nama Automatic Flash Machine Maker of Emping atau Amping.

Keempat mahasiswa tersebut adalah Khusniyati dan Ilham Arifin Pambudi dari Prodi Pendidikan Teknik Informatika, Mohammad Giffari Anta Pradana dari Prodi Pendidikan Teknik Elektronika, dan Lukman Fatoni dari Prodi Pendidikan Teknik.

Menurut Khusniyati, proses pembuatan emping yang membutuhkan waktu lama masih menjadi momok para perajin emping. Hal itu membuat perajin banyak yang berpindah profesi. Hal ini pula yang menjadi kendala untuk memproduksi emping dalam kapasitas yang besar dan singkat.

“Menurunnya produktivitas pekerja melinjo diakibatkan karena kelelahan terhadap waktu, proses pembuatan yang cukup panjang dan diperlukan tenaga yang stabil dalam pembuatan menjadi emping,” ujar Khusniyat, Selasa (27/11/2018).

Amping dirancang dapat bekerja optimal pada saat pemipihan biji melinjo agar mampu meningkatkan hasil produksi.
Lukman Fatoni mengatakan rancangan Amping meliputi motor diesel, mesin rolling, dan sangrai. “Mesin akan digerakkan oleh motor diesel yang mengubah energi elektromagnetik menjadi energi mekanik,” kata dia.

Pada mesin rolling dan sangrai, biji melinjo diproses melalui sistem sangrai dengan cara pengadukan secara otomatis untuk menghilangkan kadar air. Biji melinjo akan melalui tahapan berikutnya yaitu rolling yang dikendalikan motor listrik untuk memipihkan biji.

Selanjutnya emping akan ditampung ke wadah yang berada di samping mesin rolling. Rolling digunakan untuk memipihkan biji melinjo dari dua sisi dan ditampung dalam wadah emping setelah melalui tahap rolling.

Karya ini berhasil meraih dana Dikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang penerapan teknologi dan berharap dapat mendapat sertifikat HAKI.