Jadwal Angkutan Wisata Jogja-Ndrini Minggu 26 Juli 2026
Cek jadwal Angkutan KSPN Jogja Minggu 26 Juli 2026 menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini. Tarif mulai Rp12.000 dari Malioboro.
Direktur Unicef Perwakilan Jawa Arie Rukmantara (tengah) berfoto bersama dengan Redaktur Pelaksana Harian Jogja, Nugroho Nurcahyo, Sabtu (22/6/2019). /Harian Jogja-Sunartono.
Harianjogja.com, JOGJA—United Nations Childrens Fund (Unicef) mendorong Jogja menjadi kota layak anak (KLA) kategori utama. Kerja sama semua pihak dari instansi pemerintah hingga masyarakat dan swasta sangat dibutuhkan untuk mewujudkan harapan itu.
Direktur Unicef Perwakilan Jawa Arie Rukmantara menjelaskan saat ini Kota Jogja memang sudah menjadi kota layak anak (KLA) di kategori nindya. Adapun urutan penilaian KLA sendiri mulai dari pratama, madya, nindya dan utama. Pihaknya mendorong agar Kota Jogja menjadi KLA di kategori utama.
“Saat ini dua kota di Indonesia yang sudah menyandang predikat KLA kategori utama baru Solo dan Surabaya, kami ingin ikut berpartisipasi agar Jogja bisa segera menyusul di kategori utama,” kata Arie saat berkunjung di Kantor Harian Jogja, Sabtu (22/6/2019) sore.
Kota Surabaya dan Solo dalam waktu pada Oktober 2019 akan mengikuti kompetisi di level internasional karena sudah menyadang predikat utama. Arie yakin Jogja memiliki potensi besar untuk bisa segera menyusul kedua kota tersebut. Sehingga bisa mengikuti kompetisi global kota ramah anak. “Indikatornya [untuk menjadi utama] banyak mulai dari pendidikan, lingkungan, kesehatan dan lainnya yang berkaitan dengan anak, tetapi meskipun utama yang memang susah untuk bisa 100 persen sepenuhnya layak anak tentu masih ada beberapa kekurangan biasanya,” ujarnya.
Salah satu kendala mewujudkan 100% sempurna KLA tersebut, kata Arie, adalah terkait persoalan rokok. Salah satu indikator penilaian yang tergolong unggul yaitu mewujudkan kawasan tanpa rokok (KTR), hal ini hampir tidak bisa diterapkan oleh setiap kota di Indonesia.
“Kalau soal rokok memang masih agak sulit, terutama bagaimana agar tidak ada iklan rokok seperti di pinggir jalan,” katanya.
Ia menambahkan untuk mewujudkan kategori utama butuh kerja sama semua pihak terutama pemerintah dan masyarakat serta swasta. Arie mencontohkan, sebaiknya berbagai program Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus bersinergi dan fokus pada anak. “Tetapi tidak hanya OPD karena harus ada beberapa situasi kota [yang menjadi penilaian] di mana itu tidak ditentukan sepenuhnya oleh dinas, seperti kenyamanan untuk pejalan kaki, ruang terbuka hijau. Kami saat ini sedang identifikasi untuk diajak bekerja sama terutama aktor di luar pemerintah itu untuk mewujudkan ini [KLA],” katanya.
Ia berharap predikat KLA utama itu bisa dicapai Kota Jogja pada 2020 mendatang. Kalangan swasta diharapkan sangat berperan, seperti hotel agar turut berpartisipasi untuk menyajikan konten dan infrastruktur yang ramah anak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek jadwal Angkutan KSPN Jogja Minggu 26 Juli 2026 menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini. Tarif mulai Rp12.000 dari Malioboro.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 28 Juli 2026 tersedia dengan 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Peristiwa Kudatuli di Kantor DPP PDIP dan mengajak generasi muda tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa.
Polres Bantul menyita 307 botol miras berbagai merek dari 14 lokasi dalam operasi KRYD untuk menekan peredaran minuman keras ilegal.
Donald Trump masih memiliki opsi memerintahkan serangan ke Iran meski operasi militer ditunda dan upaya diplomasi di Timur Tengah terus berlangsung.
Veddriq Leonardo optimistis meraih medali emas Asian Games 2026 di Jepang. Persiapan difokuskan pada teknik, fisik, dan mental.