DPRD Gunungkidul Siapkan Perda Reklame, Bidik Optimalisasi PAD
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih beserta jajaran dan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Gunungkidul saat panen terong di lokasi pertanian didalam LPKA II Yogyakarta di Kalurahan Baleharjo, Wonosari. Kamis (20/11/2025). /Harian Jogja-David Kurniawan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Yogyakarta dipastikan mendapatkan Pendidikan yang layak. Hal ini disampaikan oleh Kepala LPKA, Supar saat menerima kunjungan Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih bersama jajaran dan Fraksi DPRD Gunungkidul dalam rangka peringatan Hari Anak Sedunia, Kamis (20/11/2025).
“Binaan kami ada 20 anak. Semuanya masih mendapatkan Pendidikan, bahkan ada enam anak yang masih mengenyam Pendidikan formal di tempat sekolah berasal,” katanya.
Pihaknya terus memberikan fasilitas agar kebutuhan Pendidikan yang layak. Supar juga memastikan tidak ada anak yang putus sekolah karena tetap bisa mengikuti kegiatan belajar dan mengajar, meski berstatus terpidana.
Adapun teknis pembelajaran bisa dilakukan secara daring. Namun, sambung dia, pada saat ujian berlangsung, khususnya bagi anak binaan yang masih mengikuti Pendidikan formal akan diantar ke sekolah asal untuk tes.
“Memang mayoritas mengikuti Pendidikan melalui kejar paket di PKBM. Yang jelas, untuk Pendidikan tidak ada masalah karena tetap diberikan,” katanya.
Menurut dia, layanan yang diberikan tidak hanya sebatas Pendidikan. Pasalnya, anak binaan juga mendapatkan sejumlah keterampilan mulai dari teknisi las, otomotif hingga bengkel.
Selain itu, juga ada kegiatan pertanian dan budidaya perikanan untuk menambah bekal pengalaman dan ketrampilan bagi anak binaan di Lapas Anak Gunungkidul. “Ada juga pembekalan ilmu agama, layanan kesehatan. Harapannya dengan bekal yang diberikan bisa menjadi modal untuk hidup sehingga tidak mengulanggi kesalahan yang sama,” kata Supar.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih memberikan apresiasi terhadap LPKA II Yogyakarta dalam menangani anak binaan. Pasalnya, fasilitas yang diberikan lengkap mulai dari tempat tinggal nyaman, berbagai pelatihan ketrampilan hingga masalah Pendidikan maupun kesehatan.
“Di Hari Anak Sedunia, saya berkesempatan berkeliling di area Lapas Anak. Tempat tinggalnya bagus, fasilitasnya komplit sehingga setelah keluar nanti bisa diterima di masyarakat dengan baik,” katanya.
Mbak Endah juga menyoroti keberhasilan dalam program peningkatan ketahanan pangan di area lapas. Hal ini sejalan dengan program Gerakan Pengebangan Pangan dan Gizi (Gerbang Pagi) yang digalakkan pemkab untuk memperkuat program pangan di masyarakat.
“Di sini [Lapas Anak] ada kolam ikan. Ada pertanian tumbuh subur yang dilihat dari panen kacang panen bagus dan terong yang besar-besar. Jelas ini baik untuk memperkuat ketahanan pangan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000.