Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Kawsan Titik Nol Kilometer dipenuhi wisatawan beberapa waktu lalu/Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, BANTUL—Tingginya harga tiket pesawat terbang dikhawatirkan bakal membuat angka kunjungan wisatawan mancanegara ke DIY merosot.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY, Singgih Raharjo mengaku pesimistis kunjungan wisatawan mancanegara ke DIY bisa mengalami banyak peningkatan tahun ini. Musababnya karena faktanya sampai saat ini harga tiket pesawat masih mahal.
Singgih mengatakan tiket pesawat yang mahal dampaknya sangat terasa terhadap sektor pariwisata. Bahkan penurunan kunjungan diakui dia bisa mencapai 25% sampai 30%. “Jadi tiket pesawat mahal menjadi penghalang kami untuk mendatangkan wisatawan mancanegara lebih banyak,” kata dia saat ditemui di Mangunan, Kecamatan Dlingo, Bantul, Selasa (25/6/2019).
Soal itu, dia mengaku tidak bisa berbuat banyak. Dia hanya berharap tiket pesawat bisa normal kembali seperti semula karena banyak wisatawan yang ketika sudah sampai Jakarta atau Bali dan hendak ke DIY kemudian membatalkannya setelah melihat tiket pesawat mahal.
Padahal Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menargetkan sebanyak 2 juta orang berkunjung ke DIY dan Jawa Tengah selama tahun ini. Dari jumlah tersebut, sebanyak 30 persennya merupakan target yang dibebankan ke DIY.
Oleh karena itu dia menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara tahun tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. “Target wisatawan mancanegara sampai 400.000 lebih sedikit. Kalau wisatawan domestik bisa sampai 6 juta orang. Tahun lalu wisatawan mancanegara hampir mencapai 400.000 dan wisatawan domestik sekitar 5,5 juta orang” ujar Singgih.
Singgih menyatakan jumlah wisatawan tersebut sesuai yang tercatat di hotel bintang dan nonbintang. Dinasnya tidak mencatat wisatawan dari setiap objek wisata di kabupaten dan kota, melainkan sesuai yang menginap.
Selain soal tiket pesawat yang mahal, Dispar DIY juga memiki tantangan untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan di DIY. Saat ini lama tinggal wisatawan 2,1 hari untuk wisatawan mancanegara dan 1,9 hari untuk wisatawan domestik.
Salah satu upaya yang dilakukan untuk membuat wisatawan bisa berlama-lama di DIY adalah dengan menggelar berbagai atraksi kesenian pada malam hari.
Disinggung soal keberadaan Badan Otorita Borobudur (BOB) yang diharapkan bisa turut mendongkrak angka kunjungan wisatawan, Singgih mengaku menaruh harapan besar. Dia mengatakan keberadaan BOB diprediksi dapat mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara ke DIY.
Badan tersebut, kata dia ikut mengembangkan wisata di Jogja, Solo, dan Semarang (Joglosemar) dengan memanfaatkan Borobudur sebagai ikonnya. “Yang berwisata ke Borobudur harapannya menginapnya di DIY,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.