Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Ilustrasi Ibadah Haji - StockCake
Hartianjogja.com, JOGJA— Embarkasi Haji Daerah Istimewa Yogyakarta resmi ditetapkan sebagai bandara embarkasi dan debarkasi haji berdasarkan Keputusan Menteri Haji dan Umrah RI Nomor 11 Tahun 2025 tentang Bandar Udara Embarkasi dan Debarkasi Haji.
“Kami menerima salinan keputusan tersebut secara resmi hari ini,” ujar Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Ahmad Bahiej, Rabu (5/11/2025), di ruang kerjanya melalui rilis resmi.
Ia menjelaskan, keputusan tersebut ditetapkan pada 22 Oktober 2025, bertepatan dengan Hari Santri Nasional. “Ini menjadi kado istimewa bagi santri dan masyarakat DIY,” ucapnya.
Menariknya, Embarkasi Haji Yogyakarta ditempatkan pada urut ke-9 dengan kode huruf ‘i’ dalam daftar nasional. “Angka sembilan melambangkan jumlah Walisongo, sementara huruf ‘i’ merujuk pada kata ‘istimewa’ yang melekat pada DIY,” jelas Bahiej.
Embarkasi Haji Yogyakarta akan mulai memberangkatkan jemaah pada Musim Haji 2026. Wilayah keberangkatannya mencakup DIY (Plat AB), yakni Kota Jogja, Bantul, Kulonpprogo, Gunungkidul, Sleman
Sebagian Jawa Tengah (Plat AA/ex Karesidenan Kedu), yakni Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Purworejo, Kebumen, Temanggung, dan Wonosobo
“Wilayah ini juga dikenal sebagai daerah perjuangan Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa 1825–1830,” ujar Bahiej.
Total jemaah dari wilayah tersebut diperkirakan lebih dari 9.000 orang per tahun. Sementara Banyumas Raya (Plat R) belum termasuk dalam gelombang 2026 dan direncanakan dapat bergabung pada 2027, sesuai kesiapan SDM dan sarana prasarana.
Asrama Haji Berbasis Hotel
Untuk pertama kalinya di Indonesia, Embarkasi Yogyakarta akan mengganti konsep asrama haji menjadi penginapan berbasis hotel.
Sebelum berangkat, jemaah tidak akan tinggal di asrama haji, melainkan di hotel-hotel sekitar Bandara Yogyakarta International Airport (YIA).
“Embarkasi haji berbasis hotel ini merupakan model pertama di Indonesia. Konsep ini menjadi role model dan dapat mempercepat proses pemberangkatan serta pemulangan jemaah,” tegas Bahiej, yang sebelumnya menjabat Kepala Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri Setjen Kemenag RI.
Bahiej menyampaikan terima kasih atas dukungan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Pemerintah DIY, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, serta berbagai pihak terkait transportasi, kesehatan, imigrasi, otoritas bandara, dan DPR RI.
“Penetapan Embarkasi Yogyakarta ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan di Kulon Progo melalui penguatan ekosistem haji yang berkelanjutan,” ujarnya.
Embarkasi ini akan memangkas jarak dan waktu tempuh jemaah dari wilayah DIY dan Kedu. Saat kepulangan, jemaah akan langsung diantar ke daerah masing-masing tanpa harus transit kembali di hotel.
Bandara YIA sendiri telah memenuhi standar penerbangan internasional dan mampu melayani pesawat Boeing 777 berbadan lebar berkapasitas sekitar 450 penumpang, sehingga memungkinkan penerbangan langsung (direct flight) Yogyakarta–Jeddah/Madinah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan
Kelurahan Patangpuluhan Jogja memperkuat literasi gizi keluarga lewat pelatihan B2SA untuk mempertahankan nol kasus stunting.