Kurangi Emisi Lintas Laju Urban, KAI Commuter Raih Penghargaan di JBBA
KAI Commuter Indonesia (KCI) Wilayah 6 dianugerahi penghargaan bergengsi dalam ajang Jogja Brand and Business (JBBA) 2026, Rabu (15/7)
Virus hepatitis/Ist-webMD
Harianjogja.com, BANTUL--Menjangkitnya penyakit hepatitis A di Pacitan, Jawa Timur diklaim tidak merembet ke DIY, terutama Kabupaten Bantul.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul mengklaim saat ini tidak ada penderita penyakit hepatitis A di Bumi Projotamansari.
Salah satu indikasinya tidak adanya laporan dari puskesmas dan rumah sakit di Bantul yang melaporkan soal pasien yang terjangkit penyakit peradangan hati tersebut.
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bantul, Tri Wahyu Joko Santoso, mengatakan sebanyak tiga orang sempat klinis hepatitis A sebanyak selama tahun ini dan 53 orang sepanjang tahun lalu. Dugaan tersebut berdasarkan analisa awal pihak puskesmas.
Namun setelah ditindaklanjuti melalui pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium rumah sakit dinyatakan negatif. “[Data] yang masuk dari puskesmas hanya yang bergejala klinis. Pemeriksaan penunjangnya dari rumah sakit tidak ada laporan yang hepatitis A,” kata Tri Wahyu kepada harianjogja.com, Senin (8/7/2019).
Lebih lanjut pria yang akrab disapa Dr. Oky ini mengatakan meski penyakit hepatitis A tengah mewabah di daerah lain, kecil kemungkinan bisa menular sampai ke Bantul.
Pasalnya, hepatitis A adalah penyakit yang diakibatkan virus hepatitis yang bersifat lokal sehingga susah menular ke luar wilayah endemis. “Selama tidak ada kontak langsung dengan cairan tubuh penderita seperti keringat, feses, kencing, dan air yang tercemar kotoran penderita susah menularnya. Selain itu meski hepatitis A salah satu penyakit akut namun dapat disembuhkan,” kata dia.
Senada, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bantul, Fauzan mengatakan penyebab hepatitis adalah virus yang ditularkan melalui makanan atau minuman yang tercemar oleh virus hepatitis atau cairan tubuh yang mengandung virus.
Untukpencegahannya masyarakat diimbau selalu menjaga kebersihan dan keamanan makanan dan minumnya, misalnya memakan makanan yang dimasak sampai matang. “Untuk pencegahan, sebaiknya harus vaksinasi hepatitis juga,” kata Fauzan.
Sayangnya, selama ini hepatitis A belum masuk dalam program vaksinasi wajib dari pemerintah. Kementerian Kesehatan hanya mewajibkan vaksinasi untuk hepatitis B, karena hepatitis B dianggap lebih berbahaya.
Kendati begitu, kata dia, hepatitis dapat dicegah dengan membiasakan pola hidup bersih dan sehat dan menggiatkan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di antaranya pengelolaan sampah rumah tangga yang benar, pengelolaan limbah cair yang aman, pengelolaan makanan rumah tangga yang aman, stop buang air bersih sembarangan, dan cuci tangan dengan sabun
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KAI Commuter Indonesia (KCI) Wilayah 6 dianugerahi penghargaan bergengsi dalam ajang Jogja Brand and Business (JBBA) 2026, Rabu (15/7)
Regol Ayom Malioboro disorot setelah lansia berkursi roda kesulitan melintas. Dishub DIY menyebut penerapannya masih dalam tahap uji coba.
Israel mengeluarkan perintah penyitaan 37,5 dunam tanah Palestina di Tepi Barat untuk memperluas situs militer yang sudah ada.
Gus Kikin terpilih menjadi Ketum PBNU 2026-2031. Simak profil, silsilah, pendidikan, perjalanan bisnis, hingga kiprahnya di NU.
BNI menghadirkan beragam penawaran bagi nasabah yang ingin menyaksikan konser Andrea Bocelli Romanza – 30th Anniversary World Tour di Indonesia
Opsen BBNKB Bantul mencapai Rp21,99 miliar atau 57,54% dari target Rp38,23 miliar hingga Agustus 2026.