Dewi Mlayu Ndeso 2026 Gabungkan Fun Run, Wisata dan UMKM

Newswire
Newswire Kamis, 16 Juli 2026 17:57 WIB
Dewi Mlayu Ndeso 2026 Gabungkan Fun Run, Wisata dan UMKM

Dewi Mlayu Deso 2026 digelar di Desa Wisata Pentingsari, Sleman, menghadirkan sport tourism, fun run, fun walk.

Harianjogja.com, JOGJA—Konsep sport tourism yang memadukan olahraga, wisata alam, budaya, dan pemberdayaan masyarakat akan dihadirkan dalam Dewi Mlayu Deso 2026. Ajang fun run dan fun walk tersebut dijadwalkan berlangsung pada 20 September 2026 di Desa Wisata Pentingsari, Cangkringan, Sleman, dengan target partisipasi mencapai 3.000 peserta.

Mengusung suasana khas pedesaan di lereng Gunung Merapi, penyelenggara ingin menghadirkan pengalaman berlari yang berbeda dari ajang lari di kawasan perkotaan sekaligus mendorong promosi pariwisata dan UMKM di Jogja.

Nama Dewi Mlayu Deso memiliki keterkaitan dengan desa wisata karena "Dewi" merupakan singkatan dari desa wisata. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bentuk kontribusi perusahaan dalam memperkuat sektor pariwisata dan pelaku UMKM di Jogja.

"Kami mencoba membikin satu persembahan ini. Karena kita ada situasi seperti itu, maka kita cari event yang bisa mengangkat, mem-branding. Ketemulah Dewi Melayu Ndeso. Artinya, kita membuat satu event lari yang nantinya itu kami persembahkan untuk industri pariwisata di Jogja," ujar Direktur BPR MSA, Y. Triagung Pujiantoro, Kamis (16/7/2026).

Selain mendukung pariwisata, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi literasi keuangan kepada masyarakat melalui program tabungan yang disiapkan. "Kami ingin mengajak masyarakat untuk terlibat langsung, khususnya dengan menjadi nasabah," ujar Triagung dalam konferensi pers baru-baru ini.

Peserta yang membuka rekening tabungan hingga 31 Agustus 2026 berkesempatan mengikuti pengundian hadiah utama satu unit mobil Daihatsu Ayla yang akan dilaksanakan pada 31 Desember 2026.

Fun Run dan Fun Walk

Ketua Panitia Dewi Mlayu Deso 2026, Noor Faisal, mengatakan penyelenggara sengaja menghadirkan dua kategori, yakni fun run dan fun walk, agar seluruh anggota keluarga dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Panitia menargetkan total 3.000 peserta, terdiri atas 1.000 peserta fun run dan 2.000 peserta fun walk.

"Tujuan utamanya adalah mengajak keluarga pelari. Jadi, semisal sang ayah mengikuti kategori lari, ibu dan anak-anaknya bisa ikut di kategori jalan sehat. Selain itu, kategori jalan sehat dengan biaya kupon yang sangat terjangkau, yaitu Rp15.000, sengaja ditujukan agar masyarakat sekitar bisa ikut berpartisipasi dan memiliki kesempatan yang sama untuk memenangkan grand prize mobil," papar Faisal.

Warga Pentingsari

Faisal menegaskan warga Desa Wisata Pentingsari dilibatkan secara aktif dalam penyelenggaraan acara, bukan hanya sebagai tuan rumah.

Mulai dari penyediaan homestay berstandar internasional yang biasa digunakan wisatawan mancanegara, sajian kuliner tradisional di water station, pertunjukan kesenian daerah, hingga pemetaan rute seluruhnya dikelola bersama masyarakat setempat.

"Kolaborasi tersebut diharapkan memberikan dampak ekonomi langsung sekaligus memperkuat citra Desa Wisata Pentingsari sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat," ucapnya.

Rute 5 Kilometer

Dari sisi teknis, Joface Sport Organizer sebagai race director memastikan aspek keselamatan dan kenyamanan peserta menjadi prioritas selama pelaksanaan lomba.

Race Director Joface Sport Organizer, Riki, menjelaskan lintasan sepanjang 5 kilometer memiliki karakteristik yang cukup menantang karena berada di kawasan utara Sleman dengan kontur yang memiliki elevasi.

"Rute kali ini akan melewati jalan perkampungan dan hamparan persawahan. Kami juga menyiapkan satu titik spot foto khusus lengkap dengan fotografer untuk menangkap momen terbaik para peserta dengan latar belakang kemegahan Gunung Merapi, berkejaran dengan cuaca cerah yang kami harapkan esok hari," kata Riki.

Untuk membantu peserta, terutama pelari pemula, panitia menyiapkan tim pacer yang akan memandu ritme lari sepanjang rute. Selain itu, standar keselamatan juga diperkuat melalui penempatan marshal di setiap persimpangan, tim sweeper di bagian belakang rombongan, serta perlindungan asuransi bagi seluruh peserta kategori lari.

"Kami juga menyiagakan armada ambulans serta tim fast responder yang akan terus bergerak secara berkala di sepanjang rute untuk mengantisipasi jika ada peserta yang mengalami cedera atau membutuhkan pertolongan medis darurat," pungkas Riki.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online