Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Harian Jogja/Lugas Subarkah Salah satu pengisi acara Kampoeng Reggae yang digelar di Pasty Movement Point, Rabu (31/7/2019) malam.
Harianjogja.com, JOGJA—Setelah sempat vakum beberapa tahun, Kampoeng Reggae yang digelar di panggung sisi barat Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (Pasty) kembali hidup. Berlokasi di tempat yang kini bernama Pasty Movement Point, event yang jadi agenda wajib bagi pencinta musik reggae Jogja tersebut digelar lagi, Rabu (31/7/2019) malam.
Koordinator Kampoeng Reggae Ragil Anang Nugroho mengatakan Kampung Reggae merupakan kegiatan reguler dari Indonesian Reggae Community (IRC) yang dulunya biasa digelar di kompleks Purawisata, Kelurahan Keparakan, Kecamatan Mergangsan. Namun sejak tempat itu ditutup, Kampoeng Reggae pun ikut terhenti. "Sudah turun-temurun, acara ini jadi ikon reggaenya Jogja," kata dia saat ditemui di sela-sela acara, Rabu.
IRC, kata dia, meski jejaringnya sudah bertaraf nasional, namun lokasi pembentukannya ada di Jogja. Gelaran Kampung Reggae juga kerap diikuti bukan saja musisi reagge Jogja, tapi juga dari luar Jogja, di antaranya Mojokerto dan Nganjuk, Jawa Timur, serta Temanggung, Jawa Tengah. "Mereka yang jadi band pembuka Kampoeng Reggae pekan lalu," katanya.
Menurut dia musik reggae memiliki cukup banyak peminat, terbukti dari banyaknya band reggae yang bermunculan. Band-band tersebut jelas memerlukan ruang apresiasi. “Maka lewat Kampoeng Reggae inilah band yang baru berkembang bisa eksis,” ucap Ragil.
Saat digelar Rabu malam, Kampoeng Reggae dimeriahkan oleh tiga band asal Jogja, yakni South Java, Kinara Jingga dan band yang sudah cukup punya nama di kancah reggae Jogja, Burger Time. "Kami memilih Pasty sebagai lokasi Kampoeng Reggae kali ini karena memang sangat mendukung pada komunitas musik reggae," ujar pria yang juga anggota IRC tersebut.
Pasty Movement Point
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasty, Bakoh Tumpon Langkir Hadi, mengatakan pembukaan Pasty Movement Point dilakuan secara bertahap. UPT-nya menggandeng sekitar 20 komunitas di Jogja untuk meramaikan tempat tersebut. "Nanti akan diluncurkan. Sementara ini kami masih uji coba," katanya.
Pasty Movement Point merupakan sebutan bagi space sisi barat Pasty yang akan dibuka sampai malam, dimeriahkan dengan panggung hiburan dan didukung berbagai stan kuliner. Spot itu juga menjadi tempat kongko yang dilengkapi wifi berkecepatan tinggi.
Di Pasty Movement Point, kata dia, saat ini juga sudah dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung seperti penerangan, panggung, sound system, stan kuliner dan petugas keamanan. Adapun fasilitas yang masih akan ditambahkan diantaranya skate park dan beberapa aksesori untuk menghiasi eks stasiun kereta api di depan Pasty sisi barat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Kejagung dalami dugaan jual beli LHP Ombudsman RI yang menyeret Ketua Ombudsman nonaktif Hery Susanto dalam kasus suap.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 14 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tersedia keberangkatan pagi sampai malam.
Kemenkop mempercepat operasional 37 ribu Kopdes Merah Putih dan menyiapkan Inpres untuk penguatan ekonomi desa.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 14 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta, tersedia keberangkatan pagi sampai malam hari.
Siswa kelas II SD meninggal dunia usai tertimpa patung di Museum Ronggowarsita Semarang saat mengikuti wisata rombongan sekolah.