Hari Pertama Bulan Tertib Jalan, Satpol PP DIY Bongkar Ratusan Reklame Ilegal
Petugas Satpol PP DIY menertibkan setidaknya ratusan buah sampah visual berupa spanduk, banner, dan rontek tak berizin di tiga titik.
Penyaluran bantuan air bersih di Dusun Sumbersari, Desa Banjarasri, Kecamatan Kalibawang, Selasa (4/9/2018).Harian Jogja-Beny Prasetya
Harianjogja.com, WATES--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo mengantisipasi puncak kekeringan yang diperkirakan terjadi di Agustus 2019 ini. Kebutuhan air bersih sudah mulai didroping pada warga dari awal Juli lalu.
Berdasarkan peringatan dini dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, diperkirakan lima kecamatan di Kulonprogo berpotensi kekeringan dan terjadi hari tanpa hujan berturut-turut sampai lebih dari 60 hari dari awal Agustus. Kelima kecamatan yaitu Kalibawang, Kokap, Panjatan, Nanggulan, Pengasih.
Sedangkan wilayah lainnya yaitu Temon, Sentolo, Galur, Wates, Lendah masuk pada perkiraan potensi hari tanpa hujan selama 31 hari sampai 60 hari saja. "Kekeringan yang dimaksud adalah kekeringan meteorologis, yaitu berkurangnya curah hujan dari keadaan normalnya, dalam jangka waktu yang panjang bisa bulanan, dua bulanan, atau tiga bulanan," ujar Kepala Stasiun Klimatologi Mlati BMKG Yogyakarta, Reni Kraningtyas.
Ia mengatakan, puncak kemarau diperkirakan terjadi di Agustus. BMKG mengimbau agar masyarakat berhati-hati terhadap potensi kekeringan tersebut.
Dampak dari kekeringan untuk sektor pertanian yang menggunakan tadah hujan akan terjadi pengurangan ketersediaan air tanah. Selain itu, pada musim kemarau mudah terjadi kebakaran.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo Ariadi mengatakan, antisipasi pada kekeringan di Kulonprogo diutamakan untuk warga yang kekurangan air bersih. Dari awal Juli droping sudah diberikan pada warga yang terkena dampak kekeringan.
"Kalau kekeringan sudah berdampak masif, baru kita bisa tanggulangi dengan menetapkan status darurat bencana. Kita juga bisa gunakan dana kedaruratan apabila sudah ada status darurat," ujar Ariadi pada Jumat (2/8/2019).
Berdasarkan data dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A), sejak awal Juli sampai 29 Juli kemarin, sudah 42 tangki bantuan air bersih diberikan pada masyarakat yang terkena dampak kekeringan. Masing-masing tangki berkapasitas 5.000 liter.
Ariadi mengatakan, antisipasi pada potensi kebakaran saat kekeringan juga dilakukan. "Infrastruktur di kami ada dua truk pemadam kebakaran. Selain itu, ada tujuh alat pemadam api ringan yang disiagakan," bebernya.
Ia menjelaskan, saat musim kemarau daun-daun di hutan sangat kering, kadar air sangat sedikit. Apabila membakar sampah dan membuang puntung rokok sembarangan api bisa dengan gampang membesar. Tahun kemarin terjadi kebakaran hutan di dua titik yaitu Kawasan Suaka Margasatwa Sermo, Kokap dan di hutan warga, Kalibawang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Petugas Satpol PP DIY menertibkan setidaknya ratusan buah sampah visual berupa spanduk, banner, dan rontek tak berizin di tiga titik.
Arab Saudi akan mendenda hingga Rp93 juta bagi jemaah haji ilegal tanpa izin resmi dan memberi sanksi deportasi serta larangan masuk 10 tahun.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini 18 Mei 2026 terpantau stabil. Simak daftar lengkap harga jual dan buyback.
Jadwal DAMRI YIA ke Jogja hari ini, tarif Rp80.000, rute lengkap menuju Sleman dan pusat kota.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA Senin 18 Mei 2026 dari pagi hingga malam, rute Tugu Yogyakarta dan Wates.
MK menggelar sidang lanjutan uji materi KUHP Baru. Pasal penghinaan presiden hingga pidana zina menjadi sorotan.