Jadwal DAMRI Jogja-YIA 2026, Tarif Rp80 Ribu Tanpa Ribet
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Begundal Clan berfoto bersama penggemar seusai tampil di panggung Musik Malam TBY, Selasa (6/8/2019)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA—Taman Budaya Yogyakarta (TBY) terus mewadahi komunitas musik untuk berkreasi dengan musik. Kali ini, panggung musik malam TBY menampilkan genre musik yang berbeda dari sebelumnya, yakni hiphop. Sepanjang Selasa (6/8/2019) malam, pengunjung TBY bersorak-sorai memadati arena panggung Musik Malam TBY. Hiphop identik dengan musik rap yang memang bagian dari musik tersebut.
Di Jogja, penggemar genre musik ini ternyata cukup banyak. Terbukti, sejumlah grup ternama beraliran hiphop berbasis komunitas pun menghibur pengunjung TBY malam itu. Mulai Bacill Kill, GNTZ, Wijilan Kidz, Begundal Clan, Mahijadedi, Dirty Connection dan Bigtrutha Gio Alcatraz. Mereka tampil memukau dengan karakter rap khasnya masing-masing.
Selain menikmati musik hiphop, pengunjung juga dimanjakan oleh keberadaan stan-stan yang berbau hip hop. Seperti YO Caps Care, Exploseco, Toilet Market, Lutfhi 2nd, Jaimart Second dan 217 cleaning. Salah satu grup hiphop yang tampil adalah Begundal Clan. Tak tanggung-tanggung, sembilan personel group ini turun untuk menghibur para pengunjung. Mulai Gege A.K.A Ghelava, Rio (Exotic), Aan (Arari), Prima (Cozy), Jerry (XJerrico), Indra (Secknoristo), Frans (Fats), Wendy (Majezty) dan Dynan A.K.A Dj Dynan (Turntablist).
Begundal Clan yang terbentuk sejak 2009 lalu itu membawakan lima musik kebanggaan mereka. Song list yang ditampilkan mulai Berbahaya, Perang Dingin, Bedebah, Lucky Bastard, dan Seperti Ini. Mereka memiliki passion terhadap musik hiphop. Mereka secara bersama-sama sepakat untuk turut meramaikan skena hiphop lokal Nusantara. "Tahun ini kami akan merayakan ulang tahun ke 10," kata Manager Begundal Clan Bernardinus Nawaruci kepada Harianjogja.com, Selasa.
Nawa mengatakan Begundal Clan muncul terinspirasi oleh kehidupan black culture lewat aktivitas lowbrow-nya. Kedelapan pemuda yang tergabung dalam grup rap ini kerap dicap sebagai begundal. Begundal Clan, kelompok minor berlabel stigma di luar dogma yang berlaku. "Di balik stigma yang melekat mereka berusaha menunjukkan proses berkarya mereka lewat hiphop yang menjadi media mereka untuk berdialektika," kata Nawa.
Alunan musik hiphop dari grup-grup yang tampil semakin membuat suasana riuh. Aksi pertunjukan outdoor di Panggung Terbuka TBY itu menjadi ajang ekspresi bagi para pecinta musik hiphop. "Gelaran musik malam ini mengangkat tajuk Hip Hop Soringin," kata Kurator 1 Musik Malam TBY Heri Macan di sela-sela kegiatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Trump minta China dan Taiwan menahan diri di tengah ketegangan. AS belum pastikan kirim senjata ke Taipei dan soroti chip Taiwan.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.