Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Kadin Bantul Nilai Positif bagi Dunia Usaha
Kadin Bantul menilai dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran berdampak positif bagi dunia usaha, didukung digitalisasi UMKM dan program KUR.
Sapi-sapi yang dipasarkan di Pasar Hewan Imogiri. Foto diambil beberapa waktu lalu./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Perdagangan hewan kurban di Bantul pada Iduladha tahun ini lesu. Meski mengalami kenaikan, namun jika dibanding dengan Iduladha tahun lalu, kenaikan harga hewan kurban saat ini tidak signifikan, selain itu jumlah pembeli pun merosot.
Lurah Pasar Hewan Imogiri, Turadi mengatakan harga sapi sejak sebulan terakhir hanya di kisaran Rp19 juta sampai Rp28 juta, belum ada yang mencapai lebih Rp30 juta. Padahal saat Iduladha tahun lalu, sapi yang semula berharga Rp28 juta, bisa laku lebih dari Rp30 juta. "Kalau dibanding dengan Iduladha tahun lalu harganya memang jauh lebih murah sekarang, " kata Turadi kepada Harianjogja.com, Jumat (9/8/2019).
Saat ditanya soal penyebabnya, Turadi mengaku tidak tahu alasan rendahnya tingkat kenaikan harga sapi saat Iduladha tahun ini. Meski begitu dia menduga stok sapi yang melimpah jadi biangnya.
Sapi yang masuk Pasar Hewan Imogiri setiap pasarannya, kata dia, berkisar antara 200-250 ekor. Sementara tahun lalu jelang Iduladha tiap pasarannya yang masuk hanya 150-200 ekor.
Sapi-sapi tersebut didatangkan bukan hanya dari peternak di Bantul, namun ada juga dari Gunungkidul, Sleman, dan Kulonprogo. “Kalau pasaran di sini [Pasar Hewan Imogiri atau yang disebut Pasar Legi] adalah setiap lima hari sekali atau setiap Pasaran Legi,” ucap dia.
Dari jumlah sapi yang masuk atau yang dijual oleh tiap belantik atau penjual sapi, yang laku hanya sekitar 80%. Sebagian besar sapi yang laku adalah sapi Jawa atau sapi putih.
Sementara kambing domba yang masuk ke Pasar Hewan Imogiri rata-rata mencapai 150-180 ekor tiap pasaran dengan harga per ekornya mencapai Rp2,5 juta sampai Rp3,3 juta.
Slamet Sudiharjo, salah satu belantik asal Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Bantul, membenarkan harga sapi tahun ini tidak semahal Iduladha tahun lalu. Di tahun-tahun sebelumnya, ketika menjelang Iduladha, dia bisa menjual lima sampai tujuh ekor sapi. “Kalau saat ini maksimal hanya tiga ekor sapi, itupun pembelinya kebanyakan dari sini-sini saja, tidak ada yang dari luar kota seperti tahun-tahun sebelumnya, " kata Slamet.
Senada, Budi, salah satu penjual kambing asal Desa Pendowoharjo, Kecamatan Sewon, Bantul mengaku jelang Iduladha tahun ini kambingnya baru laku 30 ekor. Jumlah itu diakui dia menurun ketimbang tahun lalu yang mencapai 40 ekor lebih.
Terkait dengan harga, dia mengaku naik jika dibandingkan dengan hari biasa, "Itu pun kenaikannya sedikit, cuma sekitar Rp100.000-150.000 per ekor," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kadin Bantul menilai dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran berdampak positif bagi dunia usaha, didukung digitalisasi UMKM dan program KUR.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 7 November 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek waktu keberangkatan dari kedua stasiun.
Jadwal KA Bandara YIA 7 November 2026 tersedia untuk layanan reguler dan Xpress. Cek keberangkatan, kedatangan, dan waktu tempuhnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 7 November 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 7 November 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif tiket Rp8.000.
FSMR ISI Jogja mengembangkan ARTI untuk menghimpun, mengelola, melestarikan, dan menyebarluaskan karya seni digital dosen serta mahasiswa.