Herbalife Gandeng Yayasan Cita Sehat Cegah Stunting di Gunungkidul
Herbalife dan Yayasan Cita Sehat meluncurkan program pencegahan stunting di Kedungkeris Gunungkidul yang menyasar 275 penerima manfaat.
Petugas Museum Benteng Vredeburg memberishkan cat yang menempel akibat aksi vandalisme pada dinding relief Monumen Serangan Oemoem 1 Maret di kawasan Titik Nol Kilometer, Jogja, Rabu (20/2/2019).-Harian Jogja/Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA- Puluhan anggota Komunitas Penggiat Sejarah Jogja 1945 ambil bagian dalam aktraksi Selasa Wage (27/8/2019). Mereka menyosialisasikan peristiwa Serangan Oemoem (SO) 1 Maret 1949 untuk menjadi Hari Besar Nasional.
Ketua Komunitas Pegiat Sejarah Jogja 1945 Eko Isdianto mengatakan pada Selasa Wage ini mereka mengajak masyarakat untuk mengekplorasi peristiwa SO 1 Maret 1949. Hal itu untuk mendukung agar peristiwa tersebut menjadi salah satu hari besar nasional di Indonesia. Menurutnya, draf usulan untuk menjadikan peristiwa SO 1 Maret sebagai hari besar nasional baru kembali dari Kemenhan.
"Salah satu rekomendasi dari Kemenhan agar peristiwa ini dipromosikan ke seluruh belahan Indonesia. Kami baru lakukan eksplorasi lebih dulu ke seluruh pelosok Jogja," katanya di sela-sela kegiatan.
Usulan peristiwa SO 1 Maret sebagai bagian hari besar nasional sudah dilakukan sejak 2018 lalu. Salah satu alasannya, lanjut Eko, Jogja memiliki segudang sejarah besar. Salah satunya pernah menjadi Ibu Kota Republik Indonesia. "Pengorbanan Kraton untuk menjadikan Jogja sebagai ibukota negara saat itu luar biasa. Semua sejarah Jogja tercantum dalam literasi sejarah," katanya.
Eko menilai, mengangkat kembali literasi Jogja sebagai ibu kota negara sangat pas jika dikaitkan dengan rencana perpindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Apalagi anggaran yang disediakan cuku besar sekitar Rp466 triliun. "Padahal dulu, perpindahan ibu kota dari Jakarta ke Jogja dilakukan secara diam-diam. Bahkan seluruh proses dan operasional sebagai ibukota dulu dibiayai oleh kraton. Tentu pengorbanan Keraton sangat besar," katanya.
Sejak beberapa tahun terakhir, komunitas ini mengeksplorasi dan mensosialisasikan peristiwa SO 1 Maret ke puluhan sekolah. Kerja sama dengan Dinas Pendidikan pada tahun 2018 lalu menyasar 20 SMA di DIY. "Di luar kerjasama dengan Disdik, kami juga lakukan sosialisasi di 10 SMA. Mereka harus memahami sejarah di Jogja. Sejarah di Jogja era 1045-1950 sangat banyak. Jadi kami lakukan sosialisasi kepada generasi muda," katanya.
Agar lebih menarik minat sejarah para pemuda, komunitas ini juga menggandeng Akmil dan Lanud Adisucipto untuk ikut serta dalam sosialisasi. Bahkan para pelajar juga diberi kesempatan untuk menampilkan treatrikal terkait peristiwa SO 1 Maret. "Ini kami lakukan agar mereka bisa merasakan aura perjuangan para pejuang kita, tidak melupakan sejarah," katanya.
Sebelumnya, Ketua Paguyuban Wehkreis (Daerah Perlawanan) III Jogja Soejono berharap peringatan SO 1 Maret bisa diperingati secara nasional. Usaha untuk mewujudkan itu sudah dilakukan sejak empat tahun silam. Harapannya, dengan diperingati jadi peristiwa nasional, maka masyarakat akan semakin mengerti sejarah yang terkandung di dalamnya.
"Paling tidak pengertian masyarakat bahwa Jogja itu pegang peranan dalam penegakan NKRI. Sekaligus memberikan kesadaran kepada masyarakat," ucap Soejono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Herbalife dan Yayasan Cita Sehat meluncurkan program pencegahan stunting di Kedungkeris Gunungkidul yang menyasar 275 penerima manfaat.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.
iPhone 18 Pro 1TB dan 2TB dilaporkan memakai QLC, sedangkan 256GB dan 512GB menggunakan TLC. Simak hasil uji performanya.
YouTube menambah fitur AI untuk kreator, mulai dari mencari ide, mengedit video, membuat thumbnail, hingga menguji tiga versi konten.
Thailand menang 4-0 atas Pakistan di FIFA ASEAN Cup 2026. Duel melawan Vietnam pada 29 September menjadi laga penting Grup B.