Disdukcapil Gunungkidul Buka Layanan Ekstra untuk Pemilih Pemula
Disdukcapil Gunungkidul membuka layanan ekstra bagi pemilih pemula yang genap 17 tahun agar bisa mengurus KTP-el dan menggunakan hak pilih.
Ilustrasi./ Reuters
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul merampungkan masterplan kawasan olahraga terpadu atau sport center di lingkungan Gelanggang Olaharaga (Gor) Handayani di Jeruksari, Kecamatan Wonosari. Meski demikian, untuk lanjutan pembangunan masih menunggu kejelasan status lahan di kawasan tersebut.
Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disdipora Gunungkidul, Irfan Ratnadi, mengatakan tidak ada masalah dengan masterplan pembangunan sport center di area Gor Handayani. Pasalnya, desain awal sudah disusun untuk plot-plot arena olahraga yang bakal dibangun.
Menurut dia, penyusunan masterplan merupakan tahap awal dari pembangunan. Setelah masterplan jadi langsung ditindaklanjuti dengan penyusunan detail engineering design (DED) kemudian diteruskan dengan pembangunan. Hanya, kata Irfan, upaya penyusunan DED dan pembangunan belum ditindaklajuti karena masih ada beberapa masalah yang harus diselesaikan.
Selain kebutuhan anggaran yang belum tersedia, masalah lain yakni status lahan yang belum jelas. Irfan menjelaskan, untuk anggaran pembangunan rencananya meminta bantuan Pemerintah Pusat melalui dana alokasi khusus. “Kami ajukan DAK untuk pembangunannya,” katanya kepada wartawan, Kamis (29/8/2019).
Menurut Irfan, sebelum DAK pembangunan diajukan Pemkab terlebih dahulu harus menyelesaikan status lahan. Pasalnya, tanpa kejelasan maka sulit mendapatkan bantuan dari Pusat. “Tanahnya sudah ada 40 hekatare, tapi lahan tersebut belum menjadi milik Pemkab,” katanya.
Dia menjelaskan, untuk kepastian status lahan sudah dikoordinaskan dengan pihak-pihak terkait. Kejelasan mengenai masalah ini bisa dilakukan dengan membeli lahan-lahan tersebut atau dengan model saham karena tanah itu mayoritas dimiliki oleh Pemerintah Desa Wonosari. “Harapnnya bisa dibeli sehingga ada kejelasan secara pasti. Mudah-mudahan tahun depan sudah ada kejelasan terkait dengan status lahan,” kata mantan Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Gunungkidul ini.
Kepala Disdikpora Gunungkidul, Bahron Rasyid, mengatakan jajarannya tak hanya merevitalisasi Gor Handayani, karena Pemkab berencana membangun sport center sehingga menjadi salah satu ikon di Gunungkidul. “Rencana sudah kami susun,” kata Bahron beberapa waktu lalu.
Menurut dia, dengan pembangunan sport center maka di lokasi Gor akan dijadikan pusat kegiatan olaharaga. Di kawasan tersebut dibangun berbagai fasilitas seperti jogging track, kolam renang, lapangan memanah, menembak, tenis hingga bola voli. “Kami ingin kawasan terpadu olahraga ini berkelas internasional,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdukcapil Gunungkidul membuka layanan ekstra bagi pemilih pemula yang genap 17 tahun agar bisa mengurus KTP-el dan menggunakan hak pilih.
Kemarau panjang di Cangkringan membuat dua sekolah kekurangan air dan memicu tiga kebakaran sejak Juni 2026.
Dinsos Kulonprogo mengingatkan penerima bansos wajib mendaftar Perlinsos karena aplikasi ini akan menjadi basis data penyaluran bantuan mulai 2027.
Muhammad Qodari membantah sejumlah tudingan terhadap Bakom, termasuk isu Timothy Ivan, rekrutmen PAN, dan anggaran media Rp60 miliar.
Menyusuri kawasan dalam benteng sambil mengayuh sepeda menjadi cara yang dipilih dalam Amazing Race bertajuk “Ngepit Jeron Benteng” pada Jogja World Heritage
Sebanyak 92.055 warga Gunungkidul terdampak kekeringan. Kapanewon Tepus menjadi wilayah terparah dengan 24.875 jiwa mengalami krisis air.