Olah Sampah Jadi Energi, Pekerja GO-SARI Kini Dilindungi BPJamsostek
Program GO-SARI mengolah sampah menjadi energi sekaligus membuka manfaat ekonomi bagi masyarakat. Kini para pekerjanya mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaa
Ilustrasi jalan tol./JIBI-Nicolous Irawan
Harianjogja.com, JOGJA-- Sekda DIY Gatot Saptadi mengatakan jalur rel kereta api yang menghubungkan Jogja-Semarang akan memanfaatkan jalur tol. jalur tersebut dibuat sejajar dan dibangun melayang (elevated).
"Kuncinya bukan sejajar tol, tapi [jalur kereta] memanfaatkan jalur tol, dan tidak memotong Aeropolis," katanya, kepada wartawan, Kamis (29/8/2019).
Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY Budi Wibowo mengatakan rencana pembangunan rel kereta api rute Jogja-Semarang yang melewati Borobudur sejauh ini masih dalam perencanaan. Sampai saat ini lanjut dia, belum ada pemaparan resmi dari pemerintah pusat terkait proyek tersebut.
Meski begitu, kata Budi, jika pembangunan jalur kereta tetap akan dilakukan maka Pemda DIY tetap menginginkan agar pembangunan jalur kereta dilakukan secara melayang (elevated), sejajar dengan jalan tol. Menurutnya, usulan tersebut sesuai dengan harapan dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.
"Ngarso Dalem ingin pembebasan jalan tol bisa dilakukan juga untuk pembebasan jalur rel kereta. Jadi jalur kereta sejajar dengan tol," kata Budi, Selasa (27/8/2019).
Menurut Budi, keinginan Sultan tersebut didasarkan pada tingginya biaya yang akan dikeluarkan jika jalur KA tersebut dibangun atgrade. Sultan juga tidak ingin jika jalur KA tersebut membebaskan banyak lahan. Apalagi jika ada keinginan dari Pusat untuk menghidupkan lagi jalur mati Jogja-Semarang.
"Itu tidak memungkinkan. Biayanya tambah besar karena jalur kereta lama sudah dipenuhi oleh bangunan. Yang bisa dilakukan [dibangun] menempel dengan jalan tol," katanya.
Jalur jalur kereta Jogja-Semarang tersebut rencananya akan terkoneksi dengan Stasiun Tugu. Dengan begitu jalur tersebut akan menjadi satu kesatuan transportasi penunjang pariwisata di tiga wilayah, Jogja-Solo-Semarang. Hanya saja, kata Budi, sampai saat ini belum ada kejelasan soal rencana pembangunan jalur kereta tersebut. Sebab saat ini Pusat masih berkonsentrasi menyelesaikan jalur kereta bandara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program GO-SARI mengolah sampah menjadi energi sekaligus membuka manfaat ekonomi bagi masyarakat. Kini para pekerjanya mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaa
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya Selasa 25 Agustus 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 25 Agustus 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 25 Agustus 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
BPS DIY menjelaskan penyebab perubahan desil DTSEN, mekanisme pemeringkatan, serta cara warga mengajukan pemutakhiran data.
Okupansi hotel DIY naik 5%-15% selama libur Maulid Nabi 2026. Asita juga mencatat permintaan perjalanan wisata naik sekitar 5%.