DPAD DIY Ubah Arsip Lama Jadi Konten Digital Favorit Gen Z
Lewat program tersebut, arsip dan pustaka langka tidak lagi hanya disimpan sebagai dokumen lama, tetapi diolah menjadi artikel populer, infografis, hingga konte
Peserta Perempuan Cerdas, Perempuan Berdaya yang dilaksanakan di auditorium UKDW pada Kamis (29/8/2019)./Ist-Dok Panitia
Harianjogja.com, JOGJA- Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia menggelar seminar nasional dan pelatihan advokasi perempuan yang bertema Perempuan Cerdas, Perempuan Berdaya yang dilaksanakan di auditorium UKDW pada Kamis (29/8/2019).
Kegiatan ini dibuka oleh Wantimpres Prof Sri Adiningsih, didampingi oleh Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI, Korneles Galanjinjinay, Rektor UKDW Henry Feriadi serta ketua cabang GMKI Jogja, Yohanes Masudede selaku tuan rumah dari kegiatan ini.
Hadir juga Wakil Ketua DPD RI Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas sebagai keynote speaker dalam kegiatan seminar dan pelatihan advokasi perempuan tersebut.
Pada kesmpatan tersebut, GKR Hemas mengungkapkan kebanggaannyabisa mendukung kegiatan ini sebagai perwujudan bentuk potensi kaum perempuan Indonesia di Indonesia dan khususnya DIY.
"Ini yang selama ini saya selalu perjuangkan untuk kemajuan kaum perempuan sesuai dengan martabat dan hakekat kaum perempuan,” ungkapnya.
Menurutnya, upaya memberdayakan kaum perempuan sudah digagas sejak pemerintahan orde baru dengan dibentuknya kementerian yang mempunyai urusan di bidang pemberdayaan perempuan dan dilanjutkan sampai pemerintah saat ini.
Peran kaum perempuan diharapkan tidak hanya urusan domestik rumah tangga saja, tetapi dalam segala sektor dan bidang yang sesuai dengan martabat dan hakekat kaum perempuan yaitu seperti di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan.
"Kaum perempuan tidak boleh pasif. Berperan dalam semua sektor itu adalah hak kaum perempuan. Hak itu harus diperjuangkan," tambah Hemas.
Korneles Galanjinjinay dalam sambutannya menyampaikan bahwa dari data Komnas perempuan ada 348.446 kasus kekerasan terhadap perempuan. Oleh sebab itu, maka pendekatan penyelesaian kasus kekerasan perempuan harus di mulai dari hulu sampai ke hilir.
Ia menyebutkan yakni mulai dari pendidikan, pelatihan, policy (kebijakan/UU), advokasi dan penegakan hukum. Oleh karena itu, PP GMKI melakukan Seminar Nasional Dan Pelatihan Advokasi Perempuan untuk mempersiapkan kader-kader perempuan yang mandiri dan profesional berjuang menegakkan nilai-nilai feminisme dan berjuang membela hak-hak perempuan serta kasus-kasus kekerasan yang terjadi pada perempuan.
"Sehingga perempuan dihargai, disupport dan diberikan kesempatan yang sama dengan laki-laki untuk membangun bangsa dan negara," katanya.
Adapun narasumber dalam seminar tersebut yaitu GKR Hemas, Prof Adiningsih, Arianti Ina Restuani Hunga, akademisi UKSW, Pdt. Krise Gosal (Wakil Sekretaris Umum PGI) dan Yowanda (Sekfung PKP PP GMKI).
Seminar tersebut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat baik itu peserta pelatihan advokasi perempuan, lembaga keumatan, kampus, kelompok Cipayung Plus, maupun dari kalangan masyarakat pada umumnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lewat program tersebut, arsip dan pustaka langka tidak lagi hanya disimpan sebagai dokumen lama, tetapi diolah menjadi artikel populer, infografis, hingga konte
Satpol PP Gunungkidul menertibkan pemasangan tikar-tikar di bibir Pantai Sepanjang di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari untuk memberikan rasa nyaman ke pengunjung
Festival balon udara di Solo diserbu ribuan warga. Sebanyak 18 balon diterbangkan, namun durasi dipersingkat akibat angin kencang.
302 personel gabungan amankan laga PSIM vs Madura United di Bantul. Polisi siapkan pengamanan ketat dan rekayasa lalu lintas.
Tesla resmi menaikkan harga Model Y di AS setelah dua tahun. Simak daftar harga terbaru dan persaingan ketat di pasar mobil listrik.
Perbukitan Menoreh Kulonprogo disiapkan jadi pusat wellness tourism. Sungai Mudal siap, namun akses jalan masih jadi kendala utama.