Solo Prioritaskan Guru dan Nakes di CASN 2026
Wali Kota Solo Respati Ardi prioritaskan guru dan nakes dalam rekrutmen CASN. Pemkot kejar solusi kekurangan tenaga pendidikan.
Sebanyak 30 murid SMA 1 Jetis mengikuti Bimtek Internet Sehat yang diadakan oleh Diskominfo DIY. /Harian Jogja-Kiki Luqmanul Hakim
Harianjogja.com, BANTUL – Dinas Komunikasi dan Informatika Daerah Istimewa Yogyakarta (Diskominfo) menggelar acara Bimbingan Teknis Internet Sehat di Aula SMA 1 Jetis pada Rabu (11/9/2019) pukul 08.30 WIB hingga 12.00 WIB.
Dalam kesempatan itu pihak Diskominfo DIY menghadirkan para narasumber yang sudah ahli dalam dunia maya, yakni Septiaji Eko Nugroho selaku Ketua Predisium Mafindo dan Praktisi Media Sosial, Nunung Elizabet.
Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Rahmat Sutopo, mengatakan acara Bimtek ini bertujuan untuk mensosialisasikan bagaimana pentingnya menggunakan internet dengan sehat dan bijak.
“Selain itu kami ingin memberikan ilmu tentang bagaimana etika menggunakan internet kepada seluruh elemen masyarakat. Untuk hari ini memang untuk para siswa di SMA 1 Jetis, tapi sebelumnya kita juga sudah sering memberikan sosialisasi ini kepada elemen masyarakat lain,” katanya kepada Harianjogja.com pada Rabu (11/9/2019).
Rahmat menjelaskan etika internet yang pertama adalah kemampuan menilai, lalu memilah dan menyebarkan informasi secara santun dan beretika. “Dalam poin-poin itu ada juga terdapat internet harus digunakan dengan baik dan bijak, karena jejak digital akan berpengaruh kepada kehidupan kita, jika jejaknya buruk maka kan kasihan masa depan kita nanti,” jelasnya.
“Lalu seluruh elemen masyarakat harus membuka situs yang baik-baik jangan yang neko-neko sesuai dengan keperluan dan umur. Setelah itu jangan mudah terpengaruh atau terprovokasi dengan sesuatu yang buruk yang ada di internet, contohnya berita palsu, berita yang belum jelas faktanya,” lanjut Rahmat.
Menurutnya para masyarakat Indonesia masih membutuhkan penjelasan-penjelasan tentang bagaimana cara yang benar dalam menggunakan internet. Ia menjelaskan ada warganet di Indonesia saat ini masih sering terprovokasi dengan hal-hal yang belum jelas faktanya.
Oleh sebab itu pihaknya sangat rajin menyelenggarakan acara dengan tujuan dan mengkampanyekan hal yang sama. Ia meyakini jika seluruh warga net di Indonesia sudah memahami dan mendapatkan ilmu tentang internet yang sehat maka negara ini akan maju.
“Di setiap acara selalu kami hadirkan narasumber-narsumber yang sangat ahli, selain pemahaman itu kita juga mengarahkan mereka untuk menghasilkan hal yang kreatif serta inovatif dari internet, makanya kami mendatangkan Elizabet yang ahli dalam konten kreatif,” katanya.
Sementara itu Septiaji Eko Nugroho sangat mengapresiasi acara ini, menurutnya acara seperti harus ada lebih banyak lagi agar bangsa kita melahirkan generasi yang bijak dalam menggunakan internet dan melahirkan karya-karya positif dari dunia internet.
“Dari acara-acara seperti ini nantinya akan melahirkan aktor dan para trendsetter yang baik, jika semua aktor atau trendseter mempunyai sikap dan konten yang bagus maka semua orang juga akan meniru, tapi jika mereka berdua adalah kebalikannya maka hasilnya juga kebalikannya,” kata Septiaji.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wali Kota Solo Respati Ardi prioritaskan guru dan nakes dalam rekrutmen CASN. Pemkot kejar solusi kekurangan tenaga pendidikan.
Polres Jayawijaya mencatat 24 korban tenggelam akibat jembatan gantung Wouma putus di Wamena berhasil dievakuasi tim gabungan.
Polresta Sleman buka suara soal curhatan Shinta Komala yang mengaku jadi korban kriminalisasi terkait dugaan penggelapan iPhone.
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 89 calon haji nonprosedural yang memakai visa kerja hingga iqama.
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.