Kekeringan: Distribusi Air Bersih Pemkab Sleman Belum Maksimal
Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman dalam memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah kekeringan belum maksimal.
Warga mengantre membayar denda bukti pelanggaran (tilang) di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sleman, Jumat (20/9/2019)./Harian Jogja-Yogi Anugrah
Harianjogja.com, SLEMAN—Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sleman dipadati ribuan orang, Jumat (20/9/2019). Mereka yang mayoritas merupakan pengendara kendaraan bermotor yang terjaring dalam Operasi Patuh Progo 2019 tersebut mengantre membayar denda bukti pelanggaran (tilang).
Dari pantauan Harianjogja.com, Jumat, masyarakat yang ingin membayar denda tilang sudah mulai berdatangan sejak pagi hari. Hingga pukul 10.30 WIB, masyarakat pun masih terus berdatangan.
Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Umum Kejari Sleman, Bondan Subrata mengaku nomor antrean untuk masyarakat sudah dibagikan sejak pukul 06.30 WIB. “Sedangkan pelayanan loket dibuka sejak pukul 07.10 WIB. Hari ini ada sekitar 3.080 lembar tilang dari Polres Sleman,” kata dia, Jumat.
Untuk pembayaran denda tilang, Kejari Sleman memang tidak menerima pembayaran secara tunai. Masyarakat yang ingin membayar disediakan 12 agen BRI Link. Hal itu diakui dia merupakan salah satu cara untuk menghindari adanya pungutan liar. “Kalau untuk besaran denda, sudah tercetak langsung di kuitansi pembayaran. Untuk pelanggar yang disabilitas, wanita hamil, bawa anak, lansia, kami prioritaskan tidak perlu mengantre, ada jalur tersendiri,” ucap dia.
Dibanding dengan bulan-bulan biasanya, jumlah warga yang membayar denda tilang meningkat hingga dua kali lipat dengan adanya Operasi Patuh Progo. Adapun mayoritas yang membayar denda, kata dia, hampir 90% merupakan pengendara sepeda motor. "Sangat signifikan perbedaannya, biasanya sekitar 1.500 lembar tilang per bulan. Ini dua kali lipat lebih, kami bekerja sama dengan Polres Sleman dan Pengadilan Negeri Sleman biar ini tidak ditumpuk satu hari, agar tidak crowded,” ujar dia.
Salah satu warga yang membayar denda tilang, Singgih, asal Klaten, mengaku tidak perlu mengantre. Pria yang membawa anak ini melewati jalur yang diprioritaskan. “Kemarin saya terjaring operasi waktu lewat di Sleman. Ini tidak perlu antre, pelayanan hanya 10 menit,” ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman dalam memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah kekeringan belum maksimal.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Anthony Ginting menghadapi Shi Yu Qi pada hari kedua Thailand Open 2026. Berikut jadwal lengkap 10 wakil Indonesia di Bangkok.
Lima weton diprediksi perlu ekstra waspada pada Rabu Kliwon 13 Mei 2026, mulai konflik hingga persoalan finansial.
Jadwal misa dan ibadah Kenaikan Yesus 2026 di Jogja lengkap dari Kotabaru, Ganjuran hingga GKJ Ambarrukmo.
Kemudahan akses investasi digital yang kian masif justru memicu meningkatnya risiko bagi generasi muda, sehingga literasi keuangan dinilai menjadi kebutuhan.