Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Ilustrasi Pendidikan./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Sebagai salah satu pengembangan pendidikan karakter, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Jogja menggelar Pameran Pendidikan dengan tema Kita Tingkatkan Penguatan Pendidikan Karakter dan Budaya Prestasi untuk Jogja Istimewa yang digelar di Taman Pintar, Selasa-Sabtu (8-12/10/2019).
Kepala Disdik Kota Jogja, Budi Asrori, mengatakan dalam pameran tersebut sebanyak 41 sekolah mulai dari TK-SMP sederajat menunjukkan keunggulan sekolah masing-masing. “Mereka memamerkan karya setiap sekolah, diantaranya sudah dilombakan sampai tingkat nasional,” ujar dia.
Dia melihat Jogja sebagai Kota Pendidikan, tapi masih sering terjadi insiden antarpelajar seperti tawuran, klithih dan lainnya. Oleh sebab itu menurut dia pendidikan karakter sangat diperlukan bagi siswa-siswi agar tidak mudah terjerumus pada dunia kekerasan pelajar. “Selain itu harus berkoordinasi antara pendidikan di sekolah,pendidikan keluarga dan pendidikan masyarakat. Tanpa ketiganya, pendidikan tidak akan berhasil. Sebagus apapun pendidikan di sekolah, kalau keluarga tidak mendukung ya tidak berhasil,” ujarnya.
Kegiatan ini, kata dia, juga merupakan pelaksanaan program Pemkot Jogja, yakni Gandes Luwes. Dia menjelaskan saat ini sedang menyiapkan kurikulum Gandes Luwes. Meski demikian ia melihat sudah banyak sekolah yang telah mempraktilkan. “Keunggulan-keunggulan produk lokal dalam kaitannya budaya itu sudah ada, seperti karawitan, dolanan anak, sastra Jawa dan sebagainya. Mereka sudah melaksanakan, hanya belum tersistematiskan dalam aturan. Mudah-mudahan minggu ini sudah bisa,” ucap dia.
Salah satu sekolah yang mengikuti pameran ini adalah SMPN 5 Jogja. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 5 Jogja, Siti Istanti, menjelaskan sekolahnya menampilkan beragam karya ilmiah peserta didik yang diwadahi dalam Ekstrakurikuler Pikir. “Kelompok Pikir merupakan Kelompok pengembangan bakat dan prestasi siswa di bidang karya ilmiah, baik IPA maupun IPS,” kata dia.
Peserta lain, yakni SD Pangudi Luhur, menampilkan karawitan yang merupakan satu dari 18 ekstra kurikuler di sana. Wwaka Kurikulum SD Pangudi Luhur, Adrianus Sugiarta, menjelaskan mengembangkan karawitan di kalangan anak-anak adalah tantangan tersendiri di tengah laju modernitas. Untuk itu, para pelatih berusaha menggunakan lagu-lagu yang pas dan menarik untuk anak-anak.
Selain karawitan, dalam pameran ini secara bergantian setiap harinya akan ditampilkan beberapa ekstrakuler lain, diantaranya membatik, akustik, biola, melukis dan lainnya. “Kalau yang lain menampilkan barang, kami menampilkan live performance,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Tanggal 18 Mei memperingati Hari Kearsipan Nasional, Hari Museum Internasional, Hari Vaksin AIDS Sedunia, hingga Hari Biola Sedunia.
Guru honorer di daerah mengaku lebih tenang mengajar setelah Kemendikdasmen menerbitkan SE Nomor 7 Tahun 2026 tentang guru non-ASN.
Sebanyak 39 WNI korban kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia, ditemukan. Sebanyak 16 orang meninggal dunia dan pencarian masih berlangsung.
Liverpool keluar dari empat besar Liga Inggris 2025/2026 usai kalah dari Aston Villa, sementara Manchester United pastikan posisi ketiga.
UKDW tidak hanya berfokus pada kualitas akademik, tetapi juga menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan masa depan