Hardiknas 2026: Siswa GDA-KTB Dorong Aksi Sosial SMP Lewat Sedarma

Newswire
Newswire Sabtu, 02 Mei 2026 18:27 WIB
Hardiknas 2026: Siswa GDA-KTB Dorong Aksi Sosial SMP Lewat Sedarma

Siswa GDA-KTB luncurkan program Sudarma di Hardiknas 2026, ajak siswa SMP pecahkan masalah sosial dengan aksi nyata. /Istimewa.

Harianjogja.com, SLEMAN—Momentum Hari Pendidikan Nasional 2026 dimanfaatkan siswa Global Darussalam Academy (GDA) dan SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB) untuk meluncurkan program sosial bertajuk Sedarma. Inisiatif ini dirancang guna mendorong siswa sekolah menengah pertama (SMP) lebih peka terhadap persoalan sosial sekaligus mampu merancang solusi nyata di lingkungan sekitar.

Program Sedarma digagas oleh siswa kelas 10 SMA GDA-KTB, di antaranya Alexandra Estelle Neisali dari SMA KTB dan Raka Raditya Alfarasi dari SMA GDA yang tergabung dalam divisi Student Council. Mereka menggandeng berbagai pihak untuk menghadirkan kegiatan edukatif yang tidak hanya berdampak bagi peserta, tetapi juga memberikan kontribusi langsung bagi masyarakat.

Dalam implementasinya, siswa GDA berperan sebagai mentor yang membimbing peserta SMP melalui pendekatan perencanaan proyek berbasis metode SMART dan GRASPS. Kedua metode ini digunakan agar siswa mampu menyusun program secara terarah dan terukur.

Raka Raditya Alfarasi dari GDA menjelaskan bahwa metode SMART membantu memastikan setiap program memiliki tujuan yang jelas dan terstruktur, meliputi Specific (spesifik), Measurable (terukur), Achievable (dapat dicapai), Relevant (sesuai kebutuhan), serta Time-bound (berbatas waktu).

"Adapun metode GRASPS yang mencakup Goal, Role, Audience, Situation, dan Product digunakan untuk memperdalam perencanaan teknis, mulai dari pembagian peran hingga hasil akhir yang ingin dicapai dalam setiap proyek sosial," kata Raka Sabtu (2/5/2026).

Implementasi Nyata di Lingkungan Sekolah

Tidak berhenti pada teori, peserta juga diajak mengidentifikasi persoalan nyata di lingkungan sekolah masing-masing. Perwakilan dari KTB Alexandra menyebut salah satu proyek yang telah berjalan adalah pengolahan limbah makanan kantin menjadi pupuk kompos yang kemudian dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.

"Intinya program ini tidak cuma mengajarkan siswa belajar teori, tapi juga langsung membuat aksi sosial nyata di masyarakat," ujar A. Selain itu, sejumlah inisiatif lain seperti pembentukan bank sampah hingga kolaborasi dengan instansi terkait turut dikembangkan untuk mengatasi persoalan limbah.

Pembelajaran Dua Arah

Program ini juga menghadirkan konsep pembelajaran dua arah (two-way learning), di mana para mentor yang masih berstatus siswa turut memperoleh pengalaman berharga. Alexandra dan Raka mengaku belajar banyak tentang kepemimpinan, kolaborasi, serta komunikasi dengan berbagai karakter individu.

"Kami belajar menghadapi orang-orang yang beragam dan lebih terbuka pikirannya dengan isu-isu sosial. Kami ingin menekankan bahwa kita bisa mulai mengubah dunia dengan mengubah lingkungan sekitar kita terlebih dahulu," tutup Alexandra,

Antusiasme peserta terlihat tinggi melalui berbagai sesi interaktif seperti pembuatan yel-yel dan permainan edukatif yang dirancang oleh mentor GDA, memperkuat semangat kolaborasi dalam program Sedarma ini.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online