Rekomendasi AI untuk Bisnis dari ChatGPT hingga Jasper AI
Simak rekomendasi AI terbaik untuk bisnis, mulai ChatGPT, Claude, Copilot, Perplexity AI hingga Jasper AI sesuai kebutuhan kerja.
Pemred Harian Jogja Anton Wahyu Prihartono (ketiga dari kanan) berfoto bersama Dewan Pembina Forum Warga Jogja Berbudaya Yuni Satiya Rahayu (tengah) dalam kunjungan di Kantor Harian Jogja, Jumat (11/10/2019). /Harian Jogja-Sunartono.
Harianjogja.com, JOGJA—Komunitas masyarakat yang mengatasnamakan Forum Warga Jogja Berbudaya akan menggelar acara Mangayubagya Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk pesta rakyat yang melibatkan seluruh warga Jogja.
Dewan Pembina Forum Warga Jogja Berbudaya Yuni Satiya Rahayu menjelaskan acara itu dikemas dalam bentuk pesta budaya dengan melibatkan seluruh warga Jogja. Selain itu dalam rangkaiannya akan gelar budaya serta ziarah ke Taman Makam Pahlawan. Kegiatan itu digelar sebagai bentuk kegembiraan masyarakat Jogja atas dilantiknya presiden dan wakil presiden.
Gelar budaya dinilai sebagai salah satu acara yang tepat dan sejalan dengan kultur Jogja. Di sisi lain, ia mengharapkan melalui kegiatan tersebut, masyarakat bisa bersatu dari berbagai elemen tanpa memperhatikan latar belakangnya lagi.
“Ini menonjolkan keanekaragaman budaya, seperti tarian lagu dan berbagai bentuk budaya. Ini bisa menjadi momentum persatuan nasional karena ini diikuti seluruh warga masyarakat dari berbagai kelompok dan agama,” terang dia dalam kunjungan di Kantor Harian Jogja, Jumat (11/10/2019).
Yuni menambahkan kegiatan itu sekaligus sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan bangsa ini dengan berbagai tantangan yang dihadapi. Sebagai bangsa yang baru dua dekade menjalani proses demokratisasi tentu menjadi kebangsaan tersendiri di mana proses pemilu bisa dilalui dengan lancar. “Kami kemas melalui budaya karena kalau Jogja kan benteng kebudayaan di Indonesia, ini bagian dari upaya kami sebagai masyarakat yang ingin mempertahankan budaya sekaligus melawan berbagai bentuk radikalisme,” katanya.
Ketua Panitia Pesta Budaya Warga Jogja Subkhi Ridho menjelaskan kegiatan itu diawali dengan ziarah di TMP pada Jumat (18/10/2019) sebagai bentuk penghormatan kepada pahlawan yang sudah berjasa untuk bangsa ini. Acara kemudian dilanjutkan pada Minggu (20/10/2019) sore di kawasan titik nol kilometer Kota Jogja. Adapun rangkaiannya seperti flasmob seluruh warga Jogja, tarian, orasi kebangsaan dan berbagai bentuk seni budaya akan ditampilkan.
Subkhi memastikan kegiatan itu diinisasi berbagai elemen masyarakat sipil di Jogja berasal dari lintas budaya, lintas agama dan lintas organisasi. Bahkan dari ormas akan hadir perwakilan dari NU serta Muhammadiyah.
“Kami menegaskan bahwa pendanaan kegiatan ini murni dari gotong royong, swadaya seluruh masyarakat yang terlibat, kami juga membuka sumbangan tumpeng dari masyarakat sampai pada tanggal 20 Oktober tersebut,” ujarnya.
Divisi Acara Pesta Budaya Warga Jogja Miming Ina Keda menambahkan, penempatan panggung gelar budaya akan berada di sisi barat titik nol kilometer Jalan Malioboro. Acara akan dimulai sekitar pukul 14.00 WIB kemudian diikuti pementasan seni budaya perwakilan dari berbagai daerah di DIY. “Nanti ada doa lintas agama sebelum orasi kebangsaan,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Simak rekomendasi AI terbaik untuk bisnis, mulai ChatGPT, Claude, Copilot, Perplexity AI hingga Jasper AI sesuai kebutuhan kerja.
PB PGRI menyambut putusan MK yang melarang dana pendidikan 20 persen digunakan untuk MBG dan meminta anggaran fokus pada substansi pendidikan.
Dokter mengingatkan obesitas pada perempuan merupakan penyakit kronis yang meningkatkan risiko gangguan reproduksi, kehamilan, dan penyakit jantung.
Bandara Soekarno-Hatta siap melayani operasional perdana Airbus A380 Emirates pada 8 Agustus 2026 untuk mendukung laga Chelsea vs AC Milan.
BGN menghentikan sementara operasional dapur SPPG Karangturi setelah dugaan keracunan MBG di SMKN 6 Semarang masih diselidiki.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI My Esti Wijayati mendukung Sekolah Rakyat Kulonprogo, namun meminta pemerintah mematangkan perencanaan dan evaluasi pelaksanaannya.