Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas 2 Km ke Arah Barat

Sunartono
Sunartono Minggu, 17 Mei 2026 20:47 WIB
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas 2 Km ke Arah Barat

Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran sejauh 2 kilometer pada Minggu malam. BPPTKG minta warga tetap waspada. /BPPTKG.

Harianjogja.com, SLEMAN—Aktivitas Gunung Merapi kembali menunjukkan peningkatan pada Minggu (17/5/2026) malam setelah gunung api aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah itu meluncurkan awan panas guguran sejauh sekitar 2 kilometer ke sektor barat.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta melaporkan awan panas guguran tersebut terjadi pada pukul 19.20 WIB. Material vulkanik terpantau meluncur ke arah alur Kali Sat dan Kali Putih.

Berdasarkan data pemantauan BPPTKG, jarak luncur awan panas guguran atau APG mencapai estimasi 2.000 meter. Aktivitas tersebut juga terekam jelas dalam instrumen seismogram milik petugas pengamatan Gunung Merapi.

Dalam catatan seismik, guguran awan panas itu tercatat memiliki amplitudo maksimum sebesar 68,37 mm dengan durasi kejadian mencapai 146,36 detik.

Meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Merapi membuat masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang tinggal di kawasan rawan bencana serta masyarakat yang beraktivitas di sekitar aliran sungai berhulu langsung dari puncak Merapi.

Pihak berwenang juga mengingatkan pelaku wisata dan penambang pasir tradisional agar tidak melakukan aktivitas di area berbahaya, khususnya di sekitar sektor barat yang menjadi jalur luncuran material vulkanik pada peristiwa malam ini.

Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, dan mengikuti rekomendasi resmi dari otoritas kebencanaan.

Informasi terbaru mengenai perkembangan aktivitas Gunung Merapi dapat dipantau melalui kanal resmi BPPTKG Yogyakarta yang terus memperbarui laporan pemantauan vulkanik secara berkala.

Sebelumnya berdasarkan data BPPTKG periode pengamatan pukul 12.00 hingga 18.00 WIB, awan panas tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo cukup besar.

​"Terjadi satu kali awan panas guguran dengan amplitudo 66 mm dan durasi 110,5 detik. Secara visual, APG tidak terlihat dari pos pengamatan karena kondisi puncak yang tertutup kabut, sehingga jarak luncuran tidak dapat ditentukan," tulis penyusun laporan BPPTKG, Suraji dan Yulianto, Minggu malam.

​Meski awan panas terhalang kabut, petugas mencatat aktivitas guguran lava yang cukup intens ke arah barat daya. Berdasarkan data teknis, teramati satu kali guguran lava ke arah Hulu Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter.

​Selain itu, Merapi juga meluncurkan empat kali guguran lava ke arah Hulu Kali Sat/Putih dengan jarak luncur yang lebih jauh, yakni mencapai maksimal 1.800 meter.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online