Kalah Dalam Pilur Ngoro-Oro, Sukasto Legawa dan Terima Hasil
Sukasto kalah dalam Pilur Ngoro-Oro Patuk dengan 855 suara, sementara Paryoto meraih 1.399 suara. Ia mengaku legawa menerima hasil.
Ilustrasi. /Reuters
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Program Ayo Tunda Usia Menikah Mengawali Gerakan Semangat Gotong Royong Cegah Stunting (Ayunda Si Menik Makan Sego Ceting) makin diakui oleh Pemerintah Pusat. Setelah masuk masik dalam Top 99 Inovasi Pelayanan Publik, program ini bisa menembus 45 program inovasi seluruh Indonesia. Diharapkan, keberhasilan tersebut dapat memaksimalkan dalam upaya mencegah pernikahan dini.
Bupati Gunungkidul, Badingah, bangga dengan program Ayuda Si Menik Makan Sego Ceting karena berhasil masuk dalam Top 45 Inovasi Pelayanan Publik di Indonesia. Menurut dia, keberhasilan ini menjadi tantangan agar program bisa lebih dimaksimalkan sehingga dapat menjangkau ke seluruh wilayah. “Harus dioptimalkan sehingga peran dalam pencegahan pernikahan dini dapat ditingkatkan,” katanya kepada wartawan, Rabu (16/8/2019).
Dia menjelaskan tantangan dalam pencegahan pernikahan dini semakin berat. Hal ini tidak lepas dengan adanya revisi Undang-Undang Pernikahan, di mana seluruh pengantin diwajibkan minimal berusia 19 tahun. “Kami harus terus bekerja keras agar pernikahan dini bisa ditekan,” katanya. Badingah berharap inovasi dalam pelayanan public terus dikembangkan dan menjadi salah satu kegiatan prioritas dalam bidang reformasi birokrasi.
Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, mengatakan jajarannya mendukung penuh upaya Pemkab dalam mengatasi permasalahan pernikahan dini dan pencegahan stunting. Guna mendukung program ini, DPRD siap membuat kebijakan prioritas di tahun depan dengan menyusun Raperda Ketahanan keluarga. “Diharapkan dengan perda ini bisa mewujudkan keluarga di Gunungkidul bahagia dan sejahtera tanpa ada permasalahan sosial seperti stunting atau pernikahan dini,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sukasto kalah dalam Pilur Ngoro-Oro Patuk dengan 855 suara, sementara Paryoto meraih 1.399 suara. Ia mengaku legawa menerima hasil.
Dinsos Kulonprogo mengingatkan penerima bansos wajib mendaftar Perlinsos karena aplikasi ini akan menjadi basis data penyaluran bantuan mulai 2027.
Muhammad Qodari membantah sejumlah tudingan terhadap Bakom, termasuk isu Timothy Ivan, rekrutmen PAN, dan anggaran media Rp60 miliar.
Menyusuri kawasan dalam benteng sambil mengayuh sepeda menjadi cara yang dipilih dalam Amazing Race bertajuk “Ngepit Jeron Benteng” pada Jogja World Heritage
Sebanyak 92.055 warga Gunungkidul terdampak kekeringan. Kapanewon Tepus menjadi wilayah terparah dengan 24.875 jiwa mengalami krisis air.
Disdag Jogja menggelar Gemati di 22 pasar selama Oktober 2026. Belanja minimal Rp20.000 berpeluang mendapat smartphone hingga sepeda.