24 Truk Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Boyolali
Sebanyak 24 truk operasional Koperasi Desa Merah Putih tiba di Boyolali dan mulai dibagikan kepada pengurus KDMP.
Kegiatan ACT/Ist
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Masih cukup banyak para santri di berbagai pelosok negeri yang kehidupannya memprihatinkan. Mereka menuntut ilmu walau dengan keterbatasan fasilitas, tidak jarang pula mereka terkendala masalah ketersediaan pangan.
Bertepatan dengan momentum hari santri 22 oktober, Aksi Cepat Tanggap (ACT) DIY bersama komunitas Gerakan Infaq Beras (GIB) meluncurkan program beras untuk santri Indonesia (BERISI) di Pondok Pesantren Al Hikmah Gubugrubuh, Desa Getas, Kecamatan Playen pada Jum’at (25/10/2019).
Sebanyak 2 ton beras yang diambil dari Huler atau tempat penggilingan padi di Kabupaten Bantul kemudian diangkut truk box, selanjutnya di salurkan di pondok-pondok pesantren di Gunungkidul.
Kepala Cabang ACT DIY, Bagus Suryanto mengungkapkan, gerakan beras untuk santri ini merupakan ikhtiar ACT untuk menunjang kebutuhan pangan para santri. "Dengan diluncurkanya program ini semoga kita semua dapat memakmurkan kehidupan pesantren terutama pesantren-pesantren yang berada di pedalaman yang jarang tersentuh oleh bantuan maupun pesantren dengan keterbatasan fasilitas dan infrastruktur,” ungkapnya.
Bagus melanjutkan, program beras untuk santri ini serentak di luncurkan hari ini di 11 provinsi di tanah air, dengan harapan setiap bulan dapat memberi beras terbaik, “gerakan Beras untuk Santri Indonesia ini akan terus berlanjut, mengajak sebanyak-banyaknya masyarakat untuk terlibat dalam gerakan kedermawanan ini, selain itu kami berterima kasih kepada kawan-kawan GIB yang turut peduli terhadap kehidupan pangan para santri di tanah air,” tambahnya
Sementara itu perwakilan dari GIB, Nur Abadi menyampaikan, kegiatan ini sudah menjadi yang kesekian kali GIB hadir bersama para santri untuk menyalurkan bantuan beras, semoga bantuan beras ini dapat menjadi wasilah amal kebaikan kita semua, “santri merupakan penerus nabi dan ulama, semoga dengan kita penuhi kebutuhan pangan ini kegiatan belajar mereka jadi lebih semangat, menghafal qur’an nya juga semakin giat dan kelak ilmunya dapat bermanfaat ditengah masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu Pengasuh Pondok Al Hikmah Gubugrubuh, Ali Ihsan juga menyampaikan, kami turut berterima kasih atas bantuan dari ACT dan GIB yang telah membantu pesantren dalam bentuk beras, “semoga pemberi bantuan, penyalur bantuan, serta penerima bantuan semuanya mendapat keberkahan oleh Allah ta’ala,” ucapnya.
Dengan diluncurkannya program beras untuk santri Indonesia ini, kedepannya ACT bersama GIB akan semakin intens untuk menyalurkan bantuan pangan terutama di pesantren-pesantren pelosok maupun di pedalaman. ACT DIY juga mengajak seluruh elemen masyarakat turut bergerak menyalurkan kepeduliannya kepada para santri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 24 truk operasional Koperasi Desa Merah Putih tiba di Boyolali dan mulai dibagikan kepada pengurus KDMP.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.
KAI Commuter menambah 4 perjalanan KRL Jogja-Palur selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 14–17 Mei 2026.
Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping di Beijing membahas Taiwan, AI, tarif dagang, hingga Selat Hormuz.
Semen Padang siap tampil maksimal melawan Persebaya Surabaya meski sudah dipastikan terdegradasi dari BRI Super League 2026.