Kemenhut Pastikan Penanganan Kebakaran TNBTS Berjalan Terpadu
“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan,"
Tim putri Nusa Tenggara Timur menahan sodokan bambu dari tim putri Banten saat berlaga pada nomor cabang olahraga Dagongan pada final Pekan Olahraga Tradisional Tingkat Nasional yang digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (27/10/2019)./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, BANTUL—Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Bantul serius ingin mengembangkan olahraga tradisional di Bantul. Tak tanggung-tanggung, untuk tahun depan pengurus FORMI Bantul mengajukan anggaran sebesar Rp100 juta ke Pemkab Bantul.
Ketua FORMI Bantul Aris Suharyanta mengatakan upaya serius tersebut tak akan cukup jika tanpa ada dukungan anggaran dari pemerintah. Fasilitasi tersebut, kata dia, diperlukan agar latihan para atlet olahraga tradisional bisa lebih maksimal, sehingga nantinya bisa lebih bersaing dengan daerah lainnya.
"Kami akan mengajukan angaran ke Pemkab melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga untuk Tahun Anggaran 2020. Besaran anggaran yang dibutuhkan sementara Rp100 juta," kata dia, Senin (28/10/2019).
Aris mengatakan pengembangan olahraga tradisional membutuhkan dukungan anggaran dan fasilitas berlatih seperti cabang olahraga umum. Rencananya anggaran Rp100 juta yang diajukan akan digunakan untuk seleksi atlet, fasilitas berlatih, dan konsumsi selama pemusatan latihan.
Anggaran tersebut belum termasuk bonus bagi atlet yang berprestasi. Sejauh ini, dia mengaku baru fokus pada proses seleksi dan fasilitas berlatih, pasalnya FORMI Bantul juga baru dibentuk sejak Juli 2019 sehingga butuh konsolidasi di internal terlebih dahulu.\\
Rencananya ada lima cabang olahraga tradisional yang akan dikembangkan, yakni dagongan, hadang, egrang, sumpitan, dan terompah panjang. Dagongan adalah olahraga adu kuat dorong bambu yang mirip dengan tarik tambang. Hadang atau biasa disebut gobak sodor adalah olahraga beregu tanpa alat. Sementara terompah panjang adalah olahraga berjalan bersama dengan sandal bakiak, sedangkan egrang adalah berjalan atau berlari dengan bambu.
Kelima cabang olahraga tradisional dipilih sebagai fokus pengembangan karena kelimanya sudah ditetapkan secara nasional dan sering dilombakan tingkat nasional. Salah satunya dalam Pekan Olahraga Tradisional Nasional (Potradnas) VII yang digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu-Minggu (26-27/10/2019).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan,"
Kasus DBD Kota Jogja turun dari 233 menjadi 82 kasus hingga Agustus 2026. Dinkes memperkuat PSN 3M Plus jelang musim hujan.
Mendagri Tito Karnavian menyatakan pemerintah akan mempelajari usulan perpanjangan masa jabatan kepala desa yang diajukan perkumpulan Kades AMJ.
MAN 5 Sleman meraih Stand Favorit dan Medali Perunggu Lomba Video Profil di Extranas VIII Lamongan, 11–13 September 2026.
DPRD Bantul meminta Pemkab bergerak cepat memanfaatkan Kelok 23 untuk mendorong pariwisata, investasi, dan kesejahteraan warga selatan.
DPAD DIY kembali menggelar workshop perbaikan buku rusak karena minat masyarakat membaca buku fisik masih tinggi.