KPK Dalami Aliran Rp106,3 Miliar yang Diduga ke Nusron Wahid
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Salah satu pemateri di Kelas B yang sedang membahas tentang Homestay dan juga cara pengelolaannya, Selasa (19/11/2019)./Harian Jogja-Kiki Luqmanul Hakim
Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Pariwsata DIY bekerjasama dengan Pokdarwis Desa Wisata Krebet menggelar Pendampingan Desa Wisata di.kawasan Desa Wisata Krebet, Sendangsari, Panjangan, Bantul. Tujuannya untuk memajukan Krebet sebagai destinasi yang unggul.
Kepala Bidang Destinasi Wisata Dinas Pariwisata DIY, Wardoyo, mengatakan pendampingan desa wisata ini dibagi menajdi tiga kelas. Kelas A, B dan C dengan peserta 80 orang.
“Di kelas A kita membahas tentang bagaimana pengelolaan desa wisata, seperti pengelolahan sampah dan juga cara memunculkan inovasi baru agar para pengunjung yang ke sini tidak bosan untuk datang lagi,” katanya kepada Harian Jogja pada Selasa (19/11/2019).
“Sedangkan untuk di kelas B kita membahas materi tentang pengelolaan homestay, lalu ada praktek dengan chef juga untuk soal makanan. Karena dua poin itu sangat penting bagi perkembangam desa wisata,” lanjutnya.
Lalu untuk di kelas C yang diikuti oleh anak muda sekitar, membicarakan tentang pemasaran serra branding desa wisata. “Kelas C sengaja kita isi oleh anak-anak muda karena kita ingin destinasi ini juga dipasarkan melalui sosial media, kan sekarang median iklan bisa melalui itu semua,” ujarnya.
Dalam acara tersebut pihak Dinpar DIY mempercayakan kepada Puspar UGM, praktisi desa wisata yang ahli dalam bidangnya, HPI, PHRI, Asita serta Gipi.
Sementara itu Ketua Pokdarwis Desa Wisata Krebet, Agus, mengatakan, daerah memang sangat membutuhkan pendampingan karena di Krebet masih banyak warga yang belum tahu bagaimana cara mengelola destinasi wisata.
“Kami sangat berterima kasih kepada Dinas Pariwisata DIY yang telah membantu kami dalam pembekalan ini, sejujurnya kami sangat butuh lebih banyak lagi tentang ilmu seperti ini. Tadi ada pembelakan tentang Homestay, pengertian Desa Wisata dan juga cara pengelolaannya, bahkan masalah promosi di media sosial,” katanya.
“Tiga materi tersebut sangat berguna, semoga ke depannya desa kami bisa menyumbang angka kunjungan wisata di DIY maupun di Bantul sendiri. Selain itu dengan adanya acara ini saya juga berharap para warga sini mampu lebih bergotong-royong lagi untuk menuju Krebet Desa Wisata yang lebih bagus lagi,” harap Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 28 September 2026 lengkap 15 perjalanan dan tarif Rp8.000, dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Cek jadwal KRL Solo-Jogja Senin 28 September 2026 dari Palur ke Jogja/Tugu, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Sergey Lavrov menyerukan pembentukan Negara Palestina berdasarkan kerangka internasional dan resolusi PBB di Sidang Umum PBB.
John Herdman meminta pemain Timnas Indonesia menjaga “rumah” saat menghadapi Malaysia pada laga Grup A FIFA ASEAN Cup.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyebut operasi di Papua berhasil merebut delapan pucuk senjata dari kelompok OPM.