Epson Hadirkan SureColor V4000, Printer UV Flatbed A1+ Ringkas untuk Dukung Bisnis
Epson memperkenalkan SureColor V4000, printer UV flatbed terbaru yang memperluas jajaran SureColor V-Series.
Salah satu adegan ketoprak dalam Atraksi Seni Ketoprak yang digelar di Balai Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Bantul, Jumat (22/11/2019)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pariwisata (Dispar) DIY terus berupaya menggelar atraksi berbagai kesenian lokal di di sejumlah destinasi wisata dan desa budaya sebagai salah satu daya tarik bagi wisatawan. Pasalnya kesenian dan kebudayaan merupakan salah satu prinsip kemajuan pariwisata.
“Ada tiga kemajuan kepariwisataan, yakni alam atau lingkungannya, kekuatan seni budayanya, dan kreatifitas yang memiliki kepedulian pada wisata,” kata Kabid Pengembangan Kapasitas Dispar DIY, Wardoyo, dalam sambutannya saat acara Atraksi Seni Ketoprak yang digelar di Balai Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Bantul, Jumat (22/11/2019).
Desa Sitimulyo menjadi salah satu desa yang diperioritaskan untuk gelaran atraksi budaya karena sudah masuk sebagai desa budaya dan sudah membentuk kepengurusan Desa Budaya. Terlebih desa tersebut juga sudah memiliki forum komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
Desa Sitimulyo dikukuhkan sebagai Desa Budaya pada 2017 lalu, bahkan masuk kategori Desa Budaya Maju. Banyak seni dan tradisi warga setempat yang masih esksis sampai sekarang, di antaranya merti dusun yang diwarnai dengan atraksi kesenian dan pawai gunungan, tradisi daur hidup dari mulai selamatan tujuh bulanan sampai doa setelah kematian seperti tiga hari, tujuh, hari, seratus hari, seribu hari, hingga haul atau tahunan.
Selain itu juga ada tradisi wiwitan atau panen, tradisi menguras dam Kali Opak. Sejumlah kesenian di desa setempat seperti ketoprak, wayang orang, wayang kulit, srandul, salawatan, dan macapat mudah sekali ditemukan di tiap dusun.
Ketua Desa Budaya Sitimulyo, Sukirno mengatakan hampir tiap dusun ada kegiatan atraksi kesenian terutama di 11 dusun dari total 21 dusun. Selain kaya akan budaya dan tradisi, Desa Sitimulyo juga merupakan salah satu desa yang potensi wisatanya cukup besar. “Sekarang sudah masuk desa wisata berkembang,” kata dia.
Beberapa destinasi wisata yang menjadi andalan di Situmlyu adalah Stren Opak, Grojogan Watu Ondo, Candi Gampingan. Dalam waktu dekat pemerintah desa setempat juga akan menjadikan lokasi Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan sebagai salah satu destinasi wisata edukasi dalam persampahan.
Sementara itu atraksi seni ketoprak yang digelar di Balai Desa Situmulyo tersebut dihadiri ratusan warga. Atraksi seni ketoprak yang dimainkan sebanyak 20 orang tersebut berlangsung sekitar tiga jam yang menceritakan soal aksi premanisme yang sempat terjadi pada masa lampau.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Epson memperkenalkan SureColor V4000, printer UV flatbed terbaru yang memperluas jajaran SureColor V-Series.
Bus PO Tunggal Dara terbakar di Tol Semarang-Solo KM 439+800. Sebanyak 15 penumpang dan tiga kru berhasil menyelamatkan diri.
Kepastian hukum perkara korupsi Mandala Krida membuka jalan bagi Pemda DIY melanjutkan rehabilitasi. DED stadion disiapkan pada 2027.
Hujan sejak Jumat malam memicu banjir dan longsor di Maos, Kroya, dan Jeruklegi, Cilacap. Genangan di rumah warga mencapai 50 cm.
Kemenpar mengajak agen perjalanan mengembangkan wisata tematik Jogja dan Borobudur berbasis gastronomi, budaya, sejarah, serta kebugaran.
Menkomdigi Meutya Hafid mengingatkan algoritma dan AI harus mencerminkan keragaman Indonesia serta tidak menghilangkan kendali manusia