Bulog Bantu Penyandang Disabilitas Kembangkan Usaha melalui RPK Mandiri di Yogyakarta
erum BULOG memberikan dukungan modal usaha kepada 30 penyandang disabilitas di Kota Yogyakarta melalui program BULOG Peduli RPK Mandir
Pendidikan Karakter Melalui Salam Pramuka/Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Lingkungan sangat berperan bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, karena bagaimana lingkungan itu diciptakan, disitulah anak akan berkembang.
Lingkungan yang positif, tentunya akan banyak mempengaruhi bagaimana masa depan anak kelak. Lingkungan yang baik adalah lingkungan yang di dalamnya tidak hanya memperhatikan perkembangan anak mengajarkan bagaimana cara berinteraksi secara sosial, tetapi juga lingkungan yang dapat menggali dan menumbuhkan potensi anak agar lebih aktif dan kreatif.
Di tengah kemajuan zaman seperti sekarang ini, sangat dibutuhkan generasi-generasi yang aktif kreatif dan memiliki pandangan progresif, dikarenakan tantangan zaman saat ini yang menuntut setiap orang harus memiliki kemampuan untuk melakukan segala hal di tengah berkembangnya keilmuan yang bisa didapatkan secara mudah dan terbuka.
Pesantren adalah salah satu lingkungan yang masih dianggap mampu mewadahi generasi masa depan agar lebih cakap dalam segi sosial dan spiritual bahkan saat ini sudah banyak bermunculan pesantren-pesantran yang juga memperhatikan skill dan kreativitas santrinya dalam menhadapi persaingan global.
Pesantren Lintang Songo adalah salah satu pesantren yang dapat mewadahi santrinya untuk berkreasi dan dapat siap di dunia kerja dengan tidak mengesampingkan bidang lainnya seperti pendidikan agama, umum dan dalam bidang spiritual. Dengan fasilitas yang dimiliki mulai dari pertanian, peternakan, hingga kreativitas dalam mengelola industri kecil pembuatan sabun, menjadikan pesantren ini dipilih oleh SD Al Azhar 38 Bantul untuk mengadakan kegiatan Salam Pramuka (pesantren alam dan pramuka).
Kegiatan Salam Pramuka diikuti oleh semua siswa kelas IV, V, dan VI. Suasana yang nyaman, sejuk dan tenang menjadikan mereka antusias serta menikmati serangkaian acara pada kegiatan ini. Adapun kegiatan yang dilaksanakan antara lain salat lima waktu berjamaah, pengenalan lingkungan, upacara pembukaan, seminar akhil baliq, membangun kampung perkemahan, workshop santriprenur dengan materi membuat sabun cuci piring, tadarus, malam puncak pensi dan api unggun, motivasi, salat malam, jalan sehat, bercocok tanam, outbound, sholat duha dan diakhiri dengan penutupan berupa pembagian hadiah.
Dalam sesi api unggun diceritakan fungsi dari api unggun dan diselipkan motivasi untuk para siswa, banyak siswa yang terenyuh sehingga meneteskan air mata karena hatinya benar-benar disentuh oleh kakak pembina melalui nasihat kehidupan. Pesan dari kakak pembina untuk para siswa agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi, berbakti pada orang tua dan menaati perintah Allah serta menjauhi larangan Allah. Kegiatan yang tak kalah menariknya adalah bercocok tanam, para siswa belajar dan praktik secara langsung cara menanam dan merawat tanaman dengan benar.
Harapannya dalam kegiatan ini agar para siswa dapat mandiri, bertanggung jawab, dapat bekerjasama, dapat membangun jiwa sosial, dapat menumbuhkembangkan kreativitas melalui kreasi non akademik sebagai insan bermanfaat dan bermartabat serta memberikan wawasan yang lebih luas kepada siswa bahwa pesantren bukan hanya sebagai wadah untuk meningkatkan sikap spritual saja, namun juga sebagai wadah untuk bersosial dalam bermasyarakat dan menjadikan santri yang berdikari. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
erum BULOG memberikan dukungan modal usaha kepada 30 penyandang disabilitas di Kota Yogyakarta melalui program BULOG Peduli RPK Mandir
Pasangan muda di Mlati makin mempertimbangkan pendidikan, karier dan ekonomi sebelum menikah. Usia pendaftar terbanyak sekitar 25 tahun.
Sebanyak 25 daerah di Jatim mengajukan bantuan air bersih akibat kekeringan. Khofifah menyiapkan OMC, pipanisasi dan sumur bor.
Haul Solo ke-115 di Masjid Riyadh, Solo, berlangsung lancar. Panitia menyebut jemaah mencapai seratusan ribu orang.
Panjat tebing Indonesia gagal menambah medali dari nomor lead putra dan putri di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Eskalator Stasiun Duri mengalami gangguan dan bergerak mundur. Sebanyak 12 penumpang luka ringan dan mendapat penanganan medis.