RSPS Bantul Soroti Masalah Rujukan BPJS, Ini Kendala Sering Dikeluhkan
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
ilustrasi difabel./IST-wikipedia
Harianjogja.com, BANTUL - Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Bantul menyebut kuota khusus penyandang disabilitas dalam penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun ini tidak terpenuhi.
“Tidak terpenuhi dari 12 kuota yang tersedia, delapan saja tidak sampai sepertinya,” kata Kepala Sub Bidang Formasi dan Pengadaan Pegawai BKPP Bantul, Jazari Hisyam, Sabtu (30/11/2019).
Hisyam tidak merinci berapa total pendaftar untuk kuota penyandang disabilitas, karena proses verifikasi berkas masih berlangsung. Pihaknya baru akan mengumumkan semua formasi yang terisi dan tidak terisi serta pendaftar yang tidak memenuhi syarat administrasi pada 16 Desember mendatang.
Dalam CPNS kali ini, Pemerintah Kabupaten Bantul menyediakan 601 formasi. Dari jumlah tersebut 2% atau 12 orang untuk penyandang disabilitas. Sebagaimana diketahui kuota penyandang disabilitas 2% dalam CPNS merupakan amanat UU No. 8/2016 tentang Penyandang Diabilitas bahwa Pemerintah, Pemerintah Daerah, BUMN, BUMD wajib mempekerjakan paling sedikit 2% penyandang disabilitas dari jumlah pegawai atau pekerja.
Kuota penyandang disabilitas dalam CPNS tahun ini adalah sebagai tenaga teknis di bidang kesehatan, bidang kearsipan, dan administrator. Tahun lalu kuota penyandang disabilitas dalam penerimaan CPNS di Bantul juga tidak terpenuhi. Dari lima orang kuota yang mendaftar hanya dua orang.
Hisyam mengatakan tidak terpenuhinya kuota khusus penyandang disabilitas dalam CPNS tahun ini, karena terdapat aturan baru bahwa penyandang disabilitas boleh mendaftar dalam kuota umum untuk semua formasi, bahkan syarat yang awalnya hanya untuk difabel fisik juga dihapuskan.
“Banyak yang daftar umum walaupun persyaratan tetap sama harus melampirkan surat keterangan [jenis dan derajat disabilitas dari rumah sakit],” kata Hisyam.
Sementara itu total jumlah pendaftar CPNS di Bantul yang ditutup pada 27 November lalu sebanyak 9.221 orang. Jumlah tersebut sudah memasukkan berkas fisik ke Sekretariat CPNS Bantul sampai 29 November. Saat ini proses verifikasi masih dilakukan dan baru sampai 80% yang diverifikasi sampai Jumat (29/11/2019) lalu.
Dalam proses verifikasi tersebut, kata Hisyam ada juga ditemukan yang tidak memenuhi syarat administrasi, “Jumlahnya belum fiks, kami belum bisa menyampaikan,” ujar Hisyam. Ia memastikan jumlah pendaftar sesuai target di angka 9.000-10.000 orang.
Kepala BKPP Bantul, Danu Suswaryanta mengatakan pendaftar CPNS didominasi dari tenaga teknis, kemudian diikuti guru, dan tenaga teknis. Namun hal itu baru berdasarkan identifikasi dari warna map berkas yang diserahkan ke Sekretariat CPNS Bantul. Untuk angka pastinya baru akan diumumkan pada 16 Desember nanti.
Sementara itu pendaftar berasal dari berbagai daerah, bahkan lebih dari 100 daerah, namun terbanyak secara berutan tetap dari Bantul, Sleman, Jogja, Kulonprogo, Gunungkidul, dan Klaten.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Basarnas mengerahkan Kopaska, BSG, dan KRI Canopus untuk mencari 129 korban Kapal Virgo Transport 8 yang belum ditemukan.
Asap karhutla membuat jarak pandang di Bandara Supadio hanya 300 meter. Sebanyak 73 penerbangan terdampak penundaan dan perubahan jadwal.
Sinergi tersebut dibahas dalam Overview Implementasi SIPD RI-SP2D Online dan evaluasi Optimalisasi Penggunaan KKI/KKPD di Semarang, Jumat (11/9/2026).
Amazon menghentikan sementara operasi dengan 21 Air setelah pesawat kargo kecelakaan di Miami yang menewaskan lima orang.
Sebanyak 114 korban Kapal Virgo Transport 8 ditemukan, 108 selamat dan 6 meninggal. Sebanyak 129 orang masih dalam pencarian.