Update Kasus Daycare Jogja, Puluhan Anak Alami Gangguan Tumbuh Kembang
Dinkes Jogja temukan 30 anak daycare alami gangguan gizi dan tumbuh kembang. Penanganan terapi dan pemulihan sedang dilakukan.
Ilustrasi ASN - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja memangkas jumlah formasi CPNS 2026 menjadi hanya 36 posisi, meski jumlah pegawai yang memasuki masa pensiun mencapai sekitar 250 orang. Kebijakan ini diambil untuk menekan beban belanja pegawai yang masih melampaui batas.
Kepala BKPSDM Kota Jogja, Sarwanto, menjelaskan belanja pegawai saat ini berada di kisaran 36% dari APBD, sementara regulasi melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 membatasi maksimal 30%.
“Saat ini, belanja pegawai Pemkot Jogja masih berada di angka sekitar 36%, sehingga perlu dilakukan penyesuaian agar sesuai dengan ketentuan,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).
Sebagai langkah efisiensi, pengajuan formasi CPNS ditekan agar rasio belanja pegawai dapat diturunkan secara bertahap tanpa mengganggu stabilitas keuangan daerah.
Dari total 36 formasi yang diajukan, sebanyak 24 dialokasikan untuk tenaga guru dan 12 untuk tenaga kesehatan. Tahun ini, Pemkot Jogja tidak membuka formasi untuk tenaga teknis.
Meski terjadi selisih besar antara jumlah pegawai yang pensiun dan rekrutmen baru, Pemkot memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal. Sejumlah strategi disiapkan untuk menutup kekurangan tenaga, terutama di sektor teknis.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah mempercepat digitalisasi layanan agar sebagian pekerjaan dapat dilakukan secara lebih efisien tanpa bergantung pada penambahan pegawai.
Selain itu, peningkatan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) juga menjadi fokus agar kinerja lebih efektif di tengah keterbatasan sumber daya manusia.
“Optimalisasi kinerja dan peningkatan kompetensi ASN menjadi kunci untuk menjaga agar pelayanan publik kepada masyarakat tetap optimal,” kata Sarwanto.
Kebijakan ini mencerminkan upaya Pemkot Jogja menyeimbangkan kebutuhan pelayanan publik dengan tekanan efisiensi anggaran yang semakin ketat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Jogja temukan 30 anak daycare alami gangguan gizi dan tumbuh kembang. Penanganan terapi dan pemulihan sedang dilakukan.
Kemenkop mempercepat operasional 37 ribu Kopdes Merah Putih dan menyiapkan Inpres untuk penguatan ekonomi desa.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 14 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta, tersedia keberangkatan pagi sampai malam hari.
Siswa kelas II SD meninggal dunia usai tertimpa patung di Museum Ronggowarsita Semarang saat mengikuti wisata rombongan sekolah.
PP Tunas memungkinkan perubahan status risiko TikTok, Roblox, dan YouTube jika lolos evaluasi perlindungan anak digital.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan akan menindak tegas pengusaha tambang yang merusak lingkungan dan melanggar aturan konservasi.