Profil Irjen Slamet Uliandi, Ahli Reserse dan Siber Tersangka Penyadapan Presiden
Profil Irjen Slamet Uliandi, perwira tinggi Polri lulusan Akpol 1994 yang berpengalaman di bidang reserse, siber, dan teknologi informasi.
Solidaritas Melanesia Indonesia DIY Gelar Aksi Simpatik di Tugu Pal Putih, Minggu (1/12/2019)./Ist
Harianjogja.com, JOGJA - Puluhan masyarakat yang tergabung dalam Solidaritas Melanesia Indonesia DIY melakukan aksi simpatik di Tugu Pal Putih, Minggu (1/12/2019). Aksi tersebut diwarnai dengan berbagai poster yang bertuliskan “Berbeda Namun Saudara-Melanesia di Indonesia, Melanesia Adalah Kita-Papua Tetap Indonesia, Tetap Bersatu Dalam Kebhinekaan-Bersatu Tak Bisa dipisahkan dan lainnya”.
Pius Doy selaku Koordinator Lapangan mengatakan aksi damai oleh Solidaritas Melanesia Indonesia DIY kali ini untuk menegaskan bahwa setelah Indonesia merdeka pada 1945, dan semakin terpojoknya Belanda oleh dunia internasional dalam rangka mempertahankan Papua dalam wilayah jajahannya, pada 1 Desember 1961, Belanda membentuk negara boneka Papua. Pada tanggal tersebut Belanda memerintahkan masyarakat Papua untuk mengibarkan bendera nasional baru yang dinamakan Bintang Kejora.
Sementara itu, sebagai bagian dari perjanjian New York, Indonesia sebelum akhir tahun 1969 wajib menyelenggarakan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) di Irian Barat. Pelaksanaan Pepera itu turut disaksikan oleh utusan PBB, utusan Australia Dan utusan Belanda, ternyata hasil Pepera menunjukkan masyarakat Irian Barat menghendaki bergabung dengan NKRI.
Hasil Pepera itu selanjutnya dibawa ke sidang umum PBB dan pada tanggal 19 November 1969, Sidang Umum PBB dan dunia internasional mengakui secara sah bahwa Papua / Irian Barat namanya kala itu adalah bagian dari Negara Indonesia. Pada tanggal 1 Maret 1973 sesuai dengan peraturan No.5/1973 nama Irian Barat resmi diganti oleh Presiden Soeharto menjadi nama Irian Jaya.
Memasuki era reformasi dalam acara kunjungan resmi kenegaraan Presiden, sekaligus menyambut pergantian tahun baru 1999 ke 2000, pagi hari tanggal 1 Januari 2000, Presiden Soeharto memaklumkaan bahwa nama Irian Jaya saat itu diubah namanya menjadi Papua seperti yang diberikan oleh Kerajaan Tidore pada tahun 1800-an.
Zaman prasejarah sampai memasuki sejarah berlalu, alkulturasi budaya dan interaksi sampai perkawinan campuran terjadi. Sampai pada akhirnya negara Indonesia berdiri dengan sebagian besar Melanesia di wilayah timur. Festival Budaya Melanesia untuk pertama kalinya digelar di Indonesia sebagai tuan rumah pada Oktober 2015 lalu, di Indonesia ras melanesia tidak hanya ada di Papua dan Papua Barat saja, akan tetapi juga ada di NTT, Maluku dan juga Maluku Utara.
"Dengan berbagai alasan dan latar belakang tersebut maka Solidaritas Melanesia Indonesia DIY dengan tegas menolak adanya seruan dan narasi tentang ras melanesia di Papua dan Papua Barat bukan bagian dari Indonesia, Papua dan Papua Barat tetap merupakan wilayah bagian yang sah dari Negara Kesatuan Republik Indonesia," pungkasnya dari rilis yang disampaikan oleh peserta aksi simpatik oleh Solidaritas Melanesia Indonesia DIY di Tugu Pal Putih Jogja. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Profil Irjen Slamet Uliandi, perwira tinggi Polri lulusan Akpol 1994 yang berpengalaman di bidang reserse, siber, dan teknologi informasi.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 7 November 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif tiket Rp8.000.
FSMR ISI Jogja mengembangkan ARTI untuk menghimpun, mengelola, melestarikan, dan menyebarluaskan karya seni digital dosen serta mahasiswa.
BPS mencatat IPM DIY 2026 mencapai 83,43 atau tumbuh 1,15%. Kota Jogja mencatat nilai tertinggi sebesar 90,28.
FIPGB menyoroti pembatasan gas oleh PGN yang dinilai membuat industri tak sepenuhnya menikmati harga LNG US$13 per MMBTU hingga akhir 2026.
Pemerintah menargetkan revisi keempat aturan DHE SDA rampung akhir November 2026, termasuk relaksasi konversi valas ke rupiah hingga 100%.