Sekolah Sepi Murid Jadi Sorotan, DPR Minta Evaluasi Menyeluruh
DPR RI meminta pemerintah mengevaluasi fenomena sekolah yang kekurangan murid. Lokasi sekolah hingga stigma sekolah favorit menjadi sorotan.
Plt Kepala BPS DIY, Endang Tri Wahyuningsih./Harian Jogja-Anisatul Umah
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 2026 mencapai 83,43. Angka tersebut meningkat 0,95 poin atau sekitar 1,15% dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang sebesar 82,48.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPS DIY Endang Tri Wahyuningsih mengatakan pertumbuhan IPM tahun ini menunjukkan percepatan dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut terjadi pada seluruh dimensi yang menjadi komponen pembentuk IPM.
"Pertumbuhan IPM tahun ini menunjukkan percepatan dibandingkan tahun sebelumnya, dengan seluruh dimensi pembentuk IPM mengalami peningkatan," kata Endang dalam keterangan di Jogja, Jumat (6/11/2026).
IPM merupakan indikator yang menggambarkan capaian pembangunan manusia melalui sejumlah dimensi, yakni umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, serta standar hidup layak. Berdasarkan data BPS DIY, ketiga dimensi tersebut mengalami peningkatan pada 2026.
Pada dimensi umur panjang dan hidup sehat, peningkatan tercermin dari umur harapan hidup (UHH) bayi yang lahir pada 2026. Angkanya mencapai 75,83 tahun atau meningkat 0,19 tahun dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, pada dimensi pengetahuan, harapan lama sekolah (HLS) penduduk usia tujuh tahun ke atas naik dari 15,78 tahun menjadi 15,98 tahun.
Selain HLS, rata-rata lama sekolah (RLS) penduduk usia 25 tahun ke atas juga mengalami peningkatan. BPS mencatat RLS naik dari 10,20 tahun pada tahun sebelumnya menjadi 10,46 tahun pada 2026.
"Untuk rata-rata lama sekolah (RLS) penduduk usia 25 tahun ke atas meningkat dari 10,20 tahun menjadi 10,46 tahun," katanya.
Perbaikan juga terjadi pada dimensi standar hidup layak. Pengeluaran riil per kapita yang disesuaikan di DIY pada 2026 tercatat mencapai Rp16,44 juta per tahun.
Nilai tersebut meningkat Rp582.000 atau sekitar 3,67% dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan demikian, peningkatan IPM DIY tidak hanya tercermin dari aspek kesehatan dan pendidikan, tetapi juga dari indikator pengeluaran riil per kapita.
Endang menyebut posisi DIY dalam peringkat IPM nasional tetap berada di urutan kedua. Menurut dia, capaian tersebut mencerminkan pembangunan manusia di wilayah ini berlangsung secara stabil dan berkelanjutan.
"Status pembangunan manusia DIY sejak tahun 2021 telah berada pada kategori sangat tinggi dan capaian tahun 2026 memperkuat posisi tersebut," katanya.
Berdasarkan wilayah, seluruh kabupaten dan kota di DIY mencatat status pembangunan manusia dalam kategori tinggi atau sangat tinggi. Kota Jogja menjadi daerah dengan nilai IPM tertinggi, yakni mencapai 90,28.
Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Sleman dengan IPM sebesar 87,14. Sementara itu, Kabupaten Bantul mencatat nilai 84,02. Ketiga wilayah tersebut masuk dalam kategori pembangunan manusia sangat tinggi.
Adapun dua kabupaten lainnya berada dalam kategori tinggi. Kabupaten Kulon Progo mencatat IPM sebesar 77,89, sedangkan Kabupaten Gunungkidul mencapai 73,92.
Endang menjelaskan perbedaan capaian IPM antardaerah mencerminkan adanya variasi pada komponen pembentuk indeks tersebut. Beberapa aspek yang memengaruhi perbedaan itu antara lain akses pendidikan, tingkat kesehatan, serta pengeluaran riil per kapita.
Meski demikian, peningkatan IPM di seluruh kabupaten dan kota menunjukkan pembangunan manusia di DIY mengalami perkembangan di setiap wilayah. Capaian tersebut juga memperlihatkan adanya perbedaan tingkat pembangunan antardaerah, meskipun seluruh wilayah mencatat peningkatan.
"Kenaikan IPM di seluruh kabupaten/kota menunjukkan pembangunan manusia di DIY berlangsung secara merata, meskipun terdapat perbedaan tingkat capaian antarwilayah. Peningkatan nilai IPM juga menunjukkan arah pembangunan yang positif dan berkelanjutan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 7 November 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek waktu keberangkatan dari kedua stasiun.
Jadwal KA Bandara YIA 7 November 2026 tersedia untuk layanan reguler dan Xpress. Cek keberangkatan, kedatangan, dan waktu tempuhnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 7 November 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 7 November 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif tiket Rp8.000.
FSMR ISI Jogja mengembangkan ARTI untuk menghimpun, mengelola, melestarikan, dan menyebarluaskan karya seni digital dosen serta mahasiswa.