Daya Beli Melemah, Ini Strategi UMKM DIY Bertahan dan Tumbuh
Daya beli melemah, UMKM DIY dituntut beradaptasi. Jumlah usaha mencapai 347.744 unit, sementara KUR tersalur Rp3,31 triliun hingga Juli 2026.
Ilustrasi turis asing./Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pariwisata (Dispar) DIY menyiapkan empat strategi untuk meningkatkan belanja wisatawan mancanegara (wisman) selama berkunjung ke Jogja. Upaya tersebut diarahkan untuk menarik wisatawan dengan daya beli lebih tinggi, memperpanjang lama tinggal, sekaligus memperbesar manfaat ekonomi pariwisata bagi pelaku usaha lokal.
Kepala Dispar DIY, Eling Priswanto, mengatakan strategi pertama adalah mengubah orientasi pengembangan pariwisata dari mass tourism menjadi quality tourism. Melalui pendekatan ini, promosi akan diperkuat ke negara-negara yang berjarak jauh, seperti Eropa dan Amerika.
Dispar DIY juga menyasar wisatawan dengan minat khusus, antara lain peneliti, pencinta budaya, serta wisatawan yang mencari layanan kebugaran. Segmen tersebut dinilai memiliki daya beli lebih tinggi dan cenderung menghabiskan waktu lebih lama di destinasi wisata.
Strategi kedua adalah mengembangkan paket wisata premium berbasis ekosistem. Menurut Eling, paket perjalanan akan mengintegrasikan rantai pasok ekonomi kreatif lokal, seperti produk artisan batik, kerajinan perak Kotagede, dan kuliner heritage.
Produk dan pengalaman lokal tersebut diharapkan masuk dalam paket tur resmi yang memenuhi standar internasional. Dengan demikian, pengeluaran wisatawan tidak hanya terserap untuk akomodasi dan transportasi, tetapi juga memberikan manfaat bagi perajin serta pelaku usaha kreatif di DIY.
Ketiga, Dispar DIY mendorong pemberdayaan dan sertifikasi desa wisata. Pengelola desa wisata akan dibantu mengembangkan atraksi yang sesuai dengan minat wisatawan asing, mulai dari pengenalan cerita budaya setempat hingga aktivitas memetik hasil pertanian dan mengenal produk lokal.
"Sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi bagi wisatawan asing," ujarnya, Kamis (5/11/2026).
Strategi keempat berkaitan dengan digitalisasi pembayaran dan transaksi inklusif. Eling mengatakan Dispar DIY berupaya memperluas penerimaan sistem pembayaran internasional serta mendorong digitalisasi transaksi di kalangan pelaku ekonomi kreatif lokal.
Langkah tersebut diharapkan memudahkan wisatawan melakukan pembayaran non-tunai, termasuk untuk transaksi dengan nilai sedang hingga tinggi.
Empat Tantangan Pengembangan Wisata Berkualitas
Di balik strategi peningkatan belanja wisman, Eling mengakui DIY masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya keterbatasan penerbangan langsung internasional atau direct flight.
Menurutnya, sebagian besar wisman masih harus transit melalui Jakarta atau Bali sebelum tiba di DIY. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi waktu dan anggaran perjalanan yang dapat dimanfaatkan wisatawan selama berada di daerah tujuan.
Tantangan berikutnya adalah memperpanjang lama tinggal wisman. Eling menilai DIY perlu menyediakan lebih banyak variasi atraksi malam hari, termasuk nightlife dan night cultural attraction, serta memperbaiki konektivitas antardestinasi.
Dengan pilihan aktivitas yang lebih beragam dan akses perjalanan yang terintegrasi, wisatawan diharapkan memiliki lebih banyak alasan untuk tinggal lebih dari tiga hingga empat hari di DIY.
Tantangan ketiga adalah meningkatkan kualitas layanan agar memenuhi standar internasional. Peningkatan kompetensi sumber daya manusia pariwisata, seperti pemandu wisata dan pengelola desa wisata, diperlukan terutama dalam penguasaan bahasa asing, pelayanan prima, serta kemampuan menyampaikan cerita budaya atau storytelling.
"Diperlukan peningkatan kualitas SDM pariwisata lokal seperti pemandu wisata, pengelola desa wisata dalam hal bahasa asing, service excellence, dan storytelling berkualitas tinggi," paparnya.
Adapun tantangan terakhir adalah menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi pariwisata dan kelestarian lingkungan serta budaya lokal.
"Menjaga keseimbangan antara peningkatan pendapatan pariwisata dengan kelestarian lingkungan serta nilai-nilai tradisi kebudayaan lokal," lanjutnya.
Belanja Wisman Indonesia Capai Rp24,74 Juta per Kunjungan
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran wisman selama berkunjung ke Indonesia mencapai US$1.374,48 atau sekitar Rp24,74 juta per kunjungan pada triwulan III 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya maupun periode yang sama tahun lalu.
BPS juga mencatat rata-rata lama tinggal wisman di Indonesia mencapai 11,01 malam pada triwulan III 2026.
Menanggapi perkembangan tersebut, Eling mengatakan tren peningkatan belanja wisman secara nasional turut tercermin di DIY. Dia menyebut kenaikan durasi tinggal wisatawan di DIY pada triwulan III 2026 berjalan seiring dengan peningkatan pengeluaran per kunjungan secara nasional.
"Pertumbuhan ini sejalan dengan peningkatan durasi lama tinggal Wisman di DIY yang merangkak naik per kunjungan pada triwulan III 2026, berbanding lurus dengan peningkatan belanja nasional per kunjungan," paparnya.
Eling menjelaskan pengeluaran wisman di DIY masih banyak digunakan untuk membayar akomodasi dan transportasi lokal. Namun, belanja untuk menikmati pengalaman wisata, mencicipi kuliner khas, serta membeli produk ekonomi kreatif lokal juga mulai memberikan kontribusi terhadap total pengeluaran wisatawan.
Ada sejumlah faktor yang dinilai mendorong peningkatan belanja tersebut. Salah satunya adalah bertambahnya lama tinggal yang membuat wisatawan mengalokasikan lebih banyak uang untuk akomodasi, konsumsi, dan aktivitas wisata sehari-hari.
Faktor lainnya adalah meningkatnya minat wisman terhadap wisata berbasis pengalaman. Kegiatan yang diminati antara lain tinggal dan beraktivitas bersama warga di desa wisata, mengikuti pelatihan membatik atau membuat kerajinan perak, menonton pertunjukan seni budaya, hingga menikmati wisata kebugaran.
"Memberikan nilai tambah (added value) bernilai ekonomi tinggi," jelasnya.
Kemudahan akses melalui Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) serta pilihan transportasi yang nyaman juga dinilai membantu wisatawan menjangkau berbagai destinasi unggulan di kabupaten dan kota di DIY.
Selain itu, keberadaan kuliner heritage, restoran dengan konsep fine dining, serta produk kerajinan bernilai seni tinggi turut membuka peluang agar wisatawan membelanjakan lebih banyak uang di daerah.
"Hadirnya rute kuliner heritage/fine dining lokal dan produk craftsmanship bernilai seni tinggi yang siap diekspor menarik porsi belanja yang lebih besar," ucapnya.
Lama Tinggal Wisman di DIY Hampir Tiga Hari
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono, mengatakan peningkatan belanja wisman juga berkaitan dengan kecenderungan wisatawan tinggal lebih lama di DIY.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, sebagian wisatawan mulai merasa jenuh berkunjung ke Bali dan memilih DIY karena menawarkan beragam pilihan wisata, mulai dari budaya, alam, hingga edukasi.
"Ya otomatis akan berdampak dengan lama tinggal," ungkapnya.
Deddy menyebut rata-rata lama tinggal wisman di DIY pada triwulan III 2026 mencapai hampir tiga hari. Durasi tersebut meningkat dibandingkan triwulan II 2026 yang berada di kisaran dua hingga 2,5 hari.
"Data kita Wisman rata-rata hampir 3 hari, Wisman sedikit ada peningkatan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Daya beli melemah, UMKM DIY dituntut beradaptasi. Jumlah usaha mencapai 347.744 unit, sementara KUR tersalur Rp3,31 triliun hingga Juli 2026.
Dispar DIY menyiapkan empat strategi untuk meningkatkan belanja wisman, mulai dari wisata premium hingga digitalisasi pembayaran.
Keributan semifinal U-20 di Brasil berujung 51 kartu merah. Pertandingan dihentikan, stadion rusak, dan Uberlandia memilih mundur.
Pendapatan Anthropic diklaim mencapai US$17 miliar pada kuartal III 2026. Namun, 58% pendapatannya terserap untuk biaya komputasi.
Tiga bandara Indonesia masuk daftar 10 tersibuk di Asia Tenggara pada Oktober 2026. Simak peringkat dan kapasitas kursi penumpangnya.
Jadwal Liga Europa 2026/2027 Jumat dini hari, 6 November, menghadirkan 17 laga. AC Milan bertemu Ferencváros, Juventus menantang AZ Alkmaar.