Daya Beli Melemah, Ini Strategi UMKM DIY Bertahan dan Tumbuh
Daya beli melemah, UMKM DIY dituntut beradaptasi. Jumlah usaha mencapai 347.744 unit, sementara KUR tersalur Rp3,31 triliun hingga Juli 2026.
Ilustrasi, petani di Kalurahan Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul, membawa hasil panen padi beberapa waktu lalu./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, JOGJA—Produksi beras Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 2026 diproyeksikan mencapai 329.020 ton. Angka tersebut meningkat 5,79% dibandingkan produksi 2025 yang tercatat sebanyak 311.000 ton, seiring bertambahnya luas panen dan produksi padi di sejumlah wilayah.
Berdasarkan hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, luas panen dan produksi padi sepanjang 2026 menunjukkan pertumbuhan dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja positif sektor pertanian tersebut terlihat dari data realisasi panen hingga September serta estimasi potensi pada kuartal terakhir.
Plt. Kepala BPS Provinsi DIY, Endang Tri Wahyuningsih, mengatakan luas panen padi selama Januari–September 2026 mencapai 99.350 hektare. Jumlah tersebut meningkat sekitar 2,48% dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Dengan tambahan estimasi potensi luas panen pada Oktober–Desember 2026 sebesar 10.540 hektare, total luas panen sepanjang tahun ini diperkirakan mencapai 109.890 hektare. Angka tersebut naik 2,49% dibandingkan luas panen 2025 yang tercatat 107.220 hektare.
"Puncak panen padi pada tahun 2026 tercatat terjadi pada bulan Februari dengan luas panen mencapai 27,44 ribu hektare," ujarnya dalam rilis bulanan beberapa hari lalu.
Produksi Gabah DIY Tumbuh pada 2026
Peningkatan luas panen diikuti pertumbuhan produksi gabah. BPS DIY mencatat produksi Gabah Kering Panen (GKP) pada Januari–September 2026 mencapai 645.460 ton atau naik 5,90%.
Produksi GKP masih berpotensi bertambah pada kuartal keempat. BPS memperkirakan tambahan produksi pada Oktober–Desember 2026 mencapai 70,81 ribu ton GKP.
"Dengan potensi kuartal keempat sebesar 70,81 ribu ton GKP, total produksi GKP 2026 diproyeksikan meningkat," paparnya.
Sementara itu, produksi Gabah Kering Giling (GKG) selama Januari–September 2026 tercatat sebanyak 521.960 ton. Jumlah tersebut juga meningkat 5,90% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
BPS memperkirakan produksi GKG pada Oktober–Desember 2026 mencapai 57.260 ton. Dengan tambahan tersebut, total produksi GKG DIY sepanjang 2026 diperkirakan mencapai 579.230 ton atau meningkat 5,79% dibandingkan tahun 2025.
"Kabupaten Gunungkidul mencatatkan total produksi GKG tertinggi pada 2026," paparnya.
Produksi Beras DIY Diperkirakan Capai 329.020 Ton
Dari sisi produksi beras, hasil konversi produksi padi selama Januari–September 2026 setara dengan 296.490 ton. Angka tersebut diperkirakan bertambah 32.530 ton dari potensi produksi pada kuartal keempat.
Dengan demikian, total produksi beras DIY pada 2026 diproyeksikan mencapai 329.020 ton. Jumlah itu naik 5,79% dibandingkan produksi tahun sebelumnya yang mencapai 311.000 ton.
Endang menyebut pertumbuhan produksi didukung peningkatan hasil pertanian di beberapa kabupaten. Wilayah yang disebut berkontribusi terhadap kenaikan tersebut yakni Bantul, Sleman, dan Kulonprogo.
"Peningkatan produksi yang cukup besar pada tahun ini didorong oleh pertumbuhan di beberapa wilayah seperti Bantul, Sleman, dan Kulonprogo yang memperkuat ketahanan pangan di wilayah DIY," paparnya.
Serapan Gabah Bulog Jogja Lampaui Target
Di sisi lain, Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Wilayah (Kanwil) Jogja juga mencatat realisasi serapan gabah yang telah melampaui target pengadaan 2026.
Hingga 6 Oktober 2026, serapan gabah Bulog Kanwil Jogja mencapai 212.000 ton setara beras. Realisasi tersebut setara dengan 108,71% dari target pengadaan tahun ini sebanyak 195.000 ton.
Capaian itu mencakup serapan dari Bulog Kantor Cabang Magelang dan Banyumas yang berada di bawah Bulog Kanwil Jogja. Sementara itu, khusus untuk wilayah Jogja, serapan gabah hingga tanggal yang sama mencapai 84.513 ton setara beras.
Jumlah tersebut setara dengan 127,86% dari target pengadaan wilayah Jogja yang ditetapkan sebanyak 66.100 ton.
Pemimpin Perum Bulog Kanwil Jogja, Dedi Aprilyadi, mengatakan gabah yang diserap dari petani dibeli dengan harga Gabah Kering Panen (GKP) sebesar Rp6.500 per kilogram.
"Hingga saat ini masih menjalankan penugasan serapan gabah baik dari petani atau Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) sampai penugasan berakhir atau akhir tahun," ujarnya.
Capaian produksi beras dan serapan gabah tersebut menjadi bagian dari perkembangan sektor pangan DIY sepanjang 2026. BPS masih menggunakan estimasi untuk produksi pada Oktober–Desember, sedangkan data serapan Bulog yang disampaikan dalam laporan tersebut merupakan realisasi hingga 6 Oktober 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Daya beli melemah, UMKM DIY dituntut beradaptasi. Jumlah usaha mencapai 347.744 unit, sementara KUR tersalur Rp3,31 triliun hingga Juli 2026.
Jadwal SIM Keliling Sleman November 2026 tersedia di MPP, Sleman City Hall dan lokasi SIMMADE. Simak jam layanan serta persyaratannya.
AHY mengecam dugaan penyadapan ilegal yang dinilai mengancam demokrasi, keamanan negara, dan privasi masyarakat.
Pengamat telekomunikasi Heru Sutadi mengungkap kerentanan jaringan 2G dan pentingnya pengawasan sistem LIMS untuk mencegah penyadapan ilegal.
Satpom Lanud Adisutjipto mengajak masyarakat tidak takut melapor jika menghadapi persoalan yang melibatkan anggota TNI AU.
Kemenkes mendistribusikan 3,8 juta masker, oksigen, obat-obatan, dan tenaga kesehatan untuk tujuh provinsi terdampak kabut asap karhutla.