Daftar Bansos 2027 Wajib Punya IKD, Ini Cara Aktivasi dan Registrasinya
Calon penerima bansos 2027 perlu memiliki IKD aktif untuk daftar mandiri melalui Perlinsos Digital. Simak syarat dan cara aktivasi IKD.
ilustrasi ular kobra/antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Teror ular kobra di wilayah Gunungkidul meluas. Kali ini ditemukan di dalam tas.
Kemunculan ular kobra di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta setidaknya telah meneror warga di Padukuhan Kepek dan Tawarsari Kecamatan Wonosari sejak dua pekan terakhir.
Kali ini, ular yang memiliki bisa berbahaya itu muncul di pemukiman warga di Desa Putat Kecamatan Patuk.
Seperti yang dialami oleh Iswanto (38) warga Padukuhan Kepil, Desa Putat, Kecamatan Patuk. Laki-laki ini mendapati anak ular kobra di tas punggung atau tas ransel miliknya. Tas punggung tersebut adalah tas yang selalu ia bawa ketika bekerja.
Penemuan anak ular kobra sepanjang 30 sentimeter tersebut bermula ketika dirinya mendapatkan order servis televisi di rumah tetanganya, Mbah Tupan, Sabtu (21/12/2019) malam. Selepas magrib, dia berniat berangkat membetulkan televisi ke rumah Mbah Tupan.
Seperti biasa, ketika hendak berangkat, Iswanto selalu memastikan semua peralatan harus dibawa. Ia lantas masuk ke dalam gudang untuk mengambil tas gendong yang berisi semua peralatannya. Di dalam gudang, ia mencoba memeriksa isi tas gendong tersebut apakah sudah komplit atau belum.
"Saat itu, tanpa melihat terlebih dahulu tangan saya langsung masuk ke dalam tas karena ingin memastikan Tenol-nya sudah terbawa atau belum,"ujarnya.
Saat tangannya masuk ke dalam tas, ia menyentuh benda mencurigakan karena teksturnya empuk kayak bersisik. Khawatir benda tersebut adalah ular, ia langsung berlari menenteng tas ke luar rumah. Seluruh isinya langsung ia hamburkan di halaman rumahnya.
Merinding sekaligus lega karena setelah melihat ada seekor anak ular kobra di antara peralatan miliknya. Ia lantas berusaha mengambil kayu untuk membunuh ular kobra tersebut. Bersama ayahnya, ia berusaha membunuh ular yang tergolong berbahaya tersebut.
"Lega wong pas tangan saya masuk ndak digigit," katanya.
Setelah ular tersebut mati, ayahnya langsung membakar bangkai ular tersebut. Karena kejadian tersebut, Iswanto pun urung pergi memperbaiki televisi warga. Karena kejadian tersebut baginya merupakan pertanda buruk akan terjadi jika nekat pergi.
Iswanto mengaku belum mendengar ada tetangganya yang juga menemukan ular kobra di rumahnya, kecuali dirinya. Namun, Iswanto mengaku penemuan ular kobra itu bukan yang pertama di rumahnya. Sebab beberapa hari yang lalu, ia sempat menemukan ular kobra dengan ukuran lebih besar dari ular yang ia temukan di dalam tas tersebut.
"Beberapa hari yang lalu saya juga menemukan ular kobra di kandang Gemak (puyuh) ukurannya lebih besar dari yang tadi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Calon penerima bansos 2027 perlu memiliki IKD aktif untuk daftar mandiri melalui Perlinsos Digital. Simak syarat dan cara aktivasi IKD.
Unisa Yogyakarta mengembangkan MySADARI, aplikasi gratis dengan empat fitur untuk membantu perempuan melakukan deteksi dini kanker payudara.
Kementerian UMKM menyiapkan audit besar-besaran penyaluran KUR Rp300 triliun untuk memperkuat transparansi dan pembiayaan sektor produktif.
DWS sepakat dugaan penyadapan Presiden Prabowo berpotensi mengarah ke makar jika terbukti memenuhi unsur pidana.
Sugiono membuka peluang pertemuan pimpinan partai untuk membahas dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Pemda DIY menyiapkan revisi tarif pajak dan retribusi daerah. Penyesuaian PKB hingga sewa fasilitas publik akan mempertimbangkan daya beli warga.