Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Jokowi dan Kaesang jalan-jalan dan membeli kaos di Malioboro, Senin (30/12/2019). /Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA-- Menjelang pergantian tahun, Presiden RI, Joko Widodo mengunjungi Kota Jogja, Senin (30/12/2019). Ia tiba di Gedung Agung Jogja pukul 18.35 WIB, dari Bandara Adi Sucipto.
Pukul 20.48 ia bersama anaknya, Kaesang, keluar dan berjalan-jalan di sekitar Gedung Agung. Jokowi keluar untuk berfoto bersama beberapa pengunjung Malioboro serta membeli beberapa barang di PKL depan Beteng Vredeburg.
Salah satu pengunjung yang diajak foto yakni Yoga Nugraha. Wisatawan dari Tasikmalaya itu berada di barisan depan saat Jokowi menunjuknya. "Senang sekali bisa foto sama Jokowi, saya sama ibu, saya ngefans sama beliau," katanya.
Pada salah satu PKL penjual baju Jokowi berhenti dan membeli beberapa potong kaos. Penjual baju, Indarti, mengatakan Kaesang membeli enam potong kaos. "Enam harganya Rp100.000, dikasih Rp200.000," ujarnya.
Setelah membeli kaos Jokowi dan Kaesang berjalan sebentar di sekitar 0 Km, mengajak beberapa pengunjung foto dan setelah itu kembali masuk ke Gedung Agung sekitar pukul 21.23 WIB.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
AQUA resmi bubar setelah 30 tahun berkarier, menutup era musik pop dunia dengan warisan lagu “Barbie Girl”.
Chery dan BYD mengkaji potensi kenaikan harga mobil di Indonesia akibat pelemahan rupiah dan tekanan biaya produksi.
Panduan membaca hasil TKA Kemendikdasmen agar peserta didik memahami makna skor dan kategori penilaian akademik.
Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul kembali menggelar kegiatan Internalisasi Kesejarahan melalui Pembinaan Komunitas.
Harga LPG non-subsidi di Kulonprogo naik sekitar Rp10 ribu per tabung, penjualan mulai menurun di sejumlah pangkalan.