Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Suasana malam pergantian tahun di Malioboro, Rabu (1/1/2019)./Haria Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA - Seorang pengunjung Malioboro harus dilarikan ke rumah sakit setelah terkena kembang api yang ditembakkan terlalu rendah, di depan Pasar Sore, pada perayaan tahun baru, Rabu (1/1/2019) dini hari.
Kejadian bermula tidak lama setelah melewati pukul 00.00 WIB tanda pergantian tahun. Tiupan terompet dan gemuruh kembang api mulai menggema dari sejumlah pengunjung yang membawa sendiri kembang apinya.
Sayangnya salah satu penembak kembang api itu mengarahkan kembang apinya terlalu rendah sehingga meluncur ke samping dan meledak. Menyadari hal ini pengunjung yang berada di depan Pasar Sore pun berhamburan. Namun naas, salah satu pengunjung tidak bisa lolos dari ledakan kembang api itu.
Korban bernama Agung Julianta, pria 44 tahun asal Klaten. Ia ke Malioboro bersama anak dan istrinya. Segera setelah diketahui ia terkena kembang api, Agung pun langsung dilarikan ke pos PMI yang berada tepat di depan GPBI Marga Mulya.
Petugas Pertolongan PMI, Wagimin, menuturkan korban terkena ledakan di bagian kepala sehingga mengakibatkan luka sobek, benjolan dan mengeluarkan darah. "Saat didudukkan dia muntah, karena efek asap kembang api yang bikin mual," ujarnya.
Setelah diberi pertolongan pertama di pos PMI, Agung pun di bawa ke rumah sakit PKU yang berada sekitar 500 meter dari lokasi kejadian untuk mendapat pertolongan lebih lanjut. Adapun pengunjung yang menembakkan petasan itu sempat dikejar tim keamanan, namun belum dikerahui hasilnya.
Perayaan tahun baru di kawasan Malioboro malam itu sangat ramai yabg puncaknya di 0 km. Para pengunjung menggelar alas dan duduk memenuhi jalan dan pedestrian. Malam itu Presiden Joko Widodo yang berkunjung ke Jogja juga sempat menyapa dan mengajak beberapa pengunjung berfoto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.