Lebih dari 100.000 Orang di DIY Telah Disuntik Vaksin
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Petugas medis saat melakukan autopsi terhadap jasad Sutarja, di RSUD Wates, Kecamatan Wates, Senin (6/1/2020)./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, GALUR - Sesosok mayat pria yang sudah dalam kondisi membusuk ditemukan tergeletak di halaman belakang sebuah rumah di Dusun XII Sewu Galur, Desa Karangsewu, Kecamatan Galur, Senin (6/1/2020) pagi. Belakangan diketahui, mayat itu adalah, Sutarja, 71, yang setiap hari bekerja sebagai penjaga rumah tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Harian Jogja, Sutarja, tinggal di Dusun XI Bapangan, yang secara administratif masuk wilayah Desa Karangsewu. Sejak beberapa tahun terakhir, ia diminta, Sunhaji, warga Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, untuk merawat salah satu rumah milik Sunhaji di Dusun XII Sewu Galur. Rumah itulah yang menjadi lokasi dimana Sutarja ditemukan meninggal dunia.
Kronologi penemuan berawal dari kecurigaan warga sekitar yang melihat pintu gerbang rumah tersebut terbuka sejak beberapa hari terakhir. Biasanya, usai membersihkan lingkungan rumah, Sutarja langsung menutup dan mengunci pintu gerbang.
Kemudian pada Senin sekitar pukul 08.00 WIB, sejumlah warga yang penasaran lantas melakukan pengecekan ke dalam rumah. Tepat di halaman belakang, warga mendapati Sutarjo tergeletak tak bernyawa. Mirisnya kondisi jasad pria lanjut usia itu sudah dalam membusuk dan dipenuhi belatung.
Warga kemudian melaporkan penemuan ini kepada polisi dan pihak terkait. Tak berselang lama, jasad korban dibawa ke RSUD Wates untuk dilakukan autopsi.
Kepala Satuan Reserse Polres Kulonprogo, AKP, Ngadi, mengatakan Sutarja diduga sudah meninggal lebih dari tiga hari. Hal itu didasari atas kondisi jasad yang telah membusuk. Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, lanjutnya, tidak ditemukan adanya bekas luka penganiayaan di tubuh korban.
Terkait penyebab tewasnya Sutarja, Ngadi menduga akibat terjatuh dari ketinggian. Saat ditemukan korban dalam posisi telentang dan di dekat jasadnya terdapat tangga berbahan bambu sudah dalam kondisi tergeletak. "Kemungkinan korban sedang membetulkan genting tapi terjatuh. Jadi kami ambil kesimpulan korban meninggal karena kecelakaan," ujarnya saat ditemui awak media di RSUD Wates, Senin (6/1/2020) siang.
Menantu Sutarja, Danang Prasetyo, 35, mengatakan mertuanya pergi dari rumah untuk bekerja sejak 1 Januari lalu. Namun tak kunjung pulang sampai akhirnya mendapat kabar Sutarja ditemukan tewas.
Selama menghilang, pihak keluarga lanjutnya tak menaruh curiga atau khawatir. Sebab menurut Danang, mertuanya sudah biasa pergi hingga berhari-hari. "Kalau curiga itu tidak ada, karena kadang bapak pergi ke rumah majikannya [Sunhaji] di Kalasan. Kalau ke Kalasan biasanya bisa dua sampai tiga hari," ungkap warga Dusun Ngipik, Desa Bumirejo, Kecamatan Lendah tersebut.
Dijelaskan Danang, Sutarja sudah lama bekerja dengan Sunhaji. Tugasnya menjaga dan membersihkan lingkungan rumah milik Sunhaji. "Kalau kerjanya sudah bertahun-tahun, sebelum saya jadi menantu bapak malahan," ucapnya. Bapangan. Rencananya Sutarja akan dimakamkan sesegera mungkin di tempat asalnya, di Dusun XI Bapangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Casemiro dipastikan tampil saat Manchester United menghadapi Nottingham Forest dalam laga kandang terakhirnya di Old Trafford.
Kemenag menggelar sidang isbat penetapan awal Zulhijah 1447 H malam ini. Iduladha 2026 diperkirakan jatuh pada 27 Mei.
Waspada Wangiri Fraud, modus missed call internasional yang bisa menguras pulsa dan membuat tagihan telepon membengkak.
Jepang, Uzbekistan, China, dan Australia lolos ke semifinal Piala Asia U-17 2026 usai melewati laga dramatis di perempat final
PSIM Jogja menghadapi Madura United di Stadion Sultan Agung malam ini. Tim tamu datang dengan tekanan besar dari ancaman degradasi.