Mengenal Flores Thrust, Sesar Pemicu Gempa M 7,7 di NTT
Gempa M 7,7 NTT berkaitan dengan Flores Back Arc Thrust. Sesar ini berpotensi memicu gempa besar dan memiliki sejarah gempa merusak.
Ilustrasi pelecehan seksual/JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN--Kasus pelecehan seksual diduga dilakukan oleh seorang guru di Sleman.
Satuan Reskrim Polres Sleman menangkap seorang guru sekolah dasar (SD) karena diduga melakukan pencabulan terhadap sejumlah siswanya. Pelaku mengancam korban akan memberi nilai jelek jika melapor.
S (48), warga Seyegan, Sleman diduga telah melakukan aksi bejatnya sejak beberapa bulan lalu. Perbuatan ini dilakukan di sekolah dan terakhir di Bumi Perkemahan Mororejo, Tempel pada 14 Agustus silam. Saat itu dia masuk ke tenda siswa perempuan dan melakukan pencabulan.
“Kami telah tetapkan S sebagai tersangka, dalam kasus pencabulan,” kata KBO Satreskrim Iptu Bowo Susilo di Mapolres Sleman, Selasa (7/1/2020).
Kasus ini terungkap setelah orang tua siswa melaporkan perbuatan pelaku ke polisi. Polisi hingga kini sudah menerima laporan dari empat korban.
Polisi kemudian melakukan penyelidikan berdasar laporan dari orang tua siswa. Korban juga menjalani visum psikiatrikum yang dilakukan oleh unit Perempuan dan Perlindungan Anak Polres Sleman. Akibat dari perbuatan pelaku, korban merasa cemas, sedih, dan takut berlebihan.
Menurut informasi dari orang tua korban, tersangka mendatangi tenda perempuan dengan alasan kelelahan. Dia kemudian memeluk korban dan memegang area sensitifnya. Korban langsung melaporkan kejadian itu kepada guru lain.
Sebelumnya, pelaku diketahui pernah melakukan pencabulan di ruang unit kesehatan sekolah dengan dalih mengajar mata pelajaran IPA. Pelaku melakukan pencabulan kepada siswanya dengan meraba bagian sensitif.
“Tersangka ini mengancam akan memberikan nilai C atau tidak lulus kepada siswanya jika melapor,” tuturnya. Atas perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan Pasal 82 ayat 1 dan 2 juncto pasal 76 E UU No 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan ancaman kurungan penjara maksimal 15 tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : iNews.id
Gempa M 7,7 NTT berkaitan dengan Flores Back Arc Thrust. Sesar ini berpotensi memicu gempa besar dan memiliki sejarah gempa merusak.
Enam pamong kalurahan ikut Pilur Gunungkidul 2026. Mereka wajib mundur dari jabatan jika ditetapkan sebagai calon lurah pada 8 September.
Bromo kembali dibuka untuk wisatawan dengan kuota 2.752 orang per hari. Menpar mengingatkan pengunjung menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran.
Bansos Agustus 2026 diprioritaskan bagi Desil 1-4. Simak daftar PKH, BPNT, PBI-JK, dan ATENSI beserta batas desilnya.
Bendera Merah Putih sepanjang 481 meter dibentangkan di Pantai Parangtritis hingga Parangkusumo Bantul dalam peringatan HUT ke-81 RI.
Program Motor Listrik Nasional diproyeksikan menciptakan 215.000 lapangan kerja dan nilai ekonomi Rp150 triliun pada 2026–2031.