Mahasiswi Berjilbab Jadi Korban Pencabulan Bakul Cilok di Jalanan Sekitar Kraton

Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan. - Antara
17 Juli 2019 18:17 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Polsek Kraton meringkus pelaku pencabulan, US, 29, yang beraksi di Jalan Kadipaten, Kraton, Selasa (16/7) sekitar pukul 21.00 WIB. Korban merupakan mahasiswi asal Cilacap yang sedang berlibur di Kota Jogja dan menginap di rumah saudaranya. Korban sudah berpakaian tertutup, tetapi tetap menjadi korban pencabulan.

Kapolsek Kraton, Etty Haryanti menuturkan kepada wartawan, Rabu (17/7), malam itu korban sedang berwisata di Malioboro dengan seorang temannya yang juga perempuan. Mereka berjalan hingga daerah Ngasem dan bermaksud mencari ojek online.

Pelaku yang sehari-hari berjualan cilok keliling telah mengintai korban dari Alun-Alun Utara. Sampai pada Jalan Kadipaten yang cukup sepi, ia melancarkan aksinya dengan memegang dan meremas payudara korban.

Melihat kejadian ini, teman korban pun langsung meneriaki pelaku untuk memanggil bantuan. Tak lama warga pun berdatangan dan sempat menghakimi US sampai wajahnya babak belur. “Datang ke sini sudah babak bundas, matanya sedikit lebam,” kata Kapolsek Kraton.

Korban sendiri pada waktu kejadian sebenarnya juga memakai jilbab. Namun berdasarkan keterangan US, ia menarget korban karena melihat bentuk payudaranya. Ia juga mengatakan sedang mencintai gadis di daerah yang jauh, sehingga tindakan ini menjadi pelampiasan.

Etty mengatakan saat kejadian US tidak sedang dalam pengaruh alkohol. Untuk kondisi kejiwaan, ia belum bisa memastikan, karena masih diperlukan pemeriksaan lebih lanjut. US disangkakan pasal 281 KUHP dengan ancaman hukuman dua tahun. “Tidak kami tahan, tapi proses tetap maju karena untuk memberi efek jera,” kata dia.

Dua hari sebelumnya, Polsek Mergangsan juga meringkus pelaku tindak pencabulan pula, SP, 37, dengan korban wisatawan mancanegara. Kapolsek Mergangsan, Komisaris Tri Wiratmo, mengatakan pelaku merupakan guru honorer yang beralamat di Sayegan, Sleman.

Pihaknya menangkap pelaku di rumahnya pada Senin (15/7/2019), setelah dilakukan serangkaian penyelidikan. Modusnya yakni pura-pura nongkrong di gang Batik 1, gang yang dikenal sepi. Setelah melihat calon korban, pelaku akan berjalan melewati korban dan memutar balik motornya untuk melancarkan aksinya.

Tri mengatakan pelaku sudah dua kali melakukan tindakan asusila ini, yakni pada Kamis (13/6/2019) dan sabtu (29/6/2019). Sasarannya selalu wisatawan mancanegara di sekitar Kampung Prawirotaman. “Korbannya warga Belanda dan Australia yang kebetulan lewat situ, kejadiannya selalu jam 14.00-15.00 WIB,” ujarnya.

Selain menangkap pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa sepeda motor, dua jaket warna hitam dan cokelat, serta helm. Barang-barang ini terpantau dalam CCTV yang merekam kejadian dan telah viral di medsos.