Advertisement
Pemuda Indonesia Timur Siap Jaga Keamanan DIY Lewat Jalur Profesional
Pelepasan merpati sebagai tanda peluncuran PT JMS yang salah satunya bergerak di bidang pengamanan di Kalurahan Pengkol, Nglipar. Sabtu (31/1/2026).Harian Jogja - David Kurniawan.
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Ratusan pemuda asal Indonesia Timur menyatakan kesiapan berkolaborasi dalam upaya pengamanan wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sekitarnya. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen untuk menghadirkan peran positif sekaligus menepis berbagai stigma negatif yang kerap berkembang di tengah masyarakat.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui jalur kerja profesional yang difasilitasi PT Jawara Mandiri Solution (JMS), sebuah perusahaan yang resmi diluncurkan di Kalurahan Pengkol, Kapanewon Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, Sabtu (31/1/2026). Perusahaan ini bergerak di bidang jasa pengamanan, konstruksi, serta penyediaan barang dan jasa.
Advertisement
Direktur Utama PT JMS, Budizo, mengatakan perusahaannya siap menjalin kerja sama dalam mendukung pengamanan dan pembangunan di wilayah DIY. Ke depan, jaringan PT JMS juga akan diperluas ke berbagai daerah di Indonesia sehingga berpotensi melibatkan lebih banyak tenaga kerja, khususnya dari kalangan pemuda.
Budizo mengungkapkan, hingga saat ini sekitar 100 pemuda asal Indonesia Timur telah dilibatkan dalam layanan jasa pengamanan yang dijalankan PT JMS. Meski demikian, perusahaan juga membuka peluang bagi tenaga kerja lokal agar tercipta kolaborasi yang seimbang sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.
BACA JUGA
“Sudah banyak putra daerah yang berminat bergabung dan kami sangat terbuka untuk berkolaborasi,” kata Budizo kepada wartawan, Sabtu siang.
Ia menjelaskan, keterlibatan pemuda asal Indonesia Timur dalam jalur profesional ini sekaligus menjadi upaya untuk mengikis anggapan negatif yang selama ini masih muncul di masyarakat. Budizo mengakui adanya stigma yang kerap melekat, seolah pemuda dari kawasan timur identik dengan tindakan onar dan kerusuhan.
“Saya juga orang Timur, sehingga kami ingin mengubah stigma negatif itu. Melalui pekerjaan yang profesional, kami ingin menunjukkan kontribusi nyata, termasuk membantu menjaga keamanan dengan berkolaborasi bersama TNI dan Polri,” ujarnya.
Sementara itu, Staf Ahli Bupati Gunungkidul Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Supriyanto, menyambut baik kehadiran PT JMS yang membuka perusahaan jasa pengamanan di Kapanewon Nglipar. Ia berharap keberadaan perusahaan tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus sosial bagi masyarakat sekitar.
“Tidak hanya menyerap tenaga kerja, tetapi mudah-mudahan juga dapat ikut berperan dalam menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Gunungkidul,” kata Supriyanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Hari Kedelapan Pencarian, Korban Longsor Bandung Barat Bertambah 10
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- KPU Jogja Pindah ke Eks KPP Sultan Agung, Butuh Dana Rp5,7 M
- Kejari Sleman Terbitkan SKP2, Begini Kata Kuasa Hukum dan Hogiminaya
- IDM Latih Ratusan Pelajar Bantul Tanggap Gempa Bumi
- Belum Ada PMK di Jogja, Pemerintah Perketat Pengawasan Ternak
- Jadwal Lengkap KRL Solo-Jogja Hari Ini, Sabtu 31 Januari 2026
Advertisement
Advertisement



