Kuota Transmigrasi Bantul Anjlok, 2026 Hanya Satu KK Diberangkatkan
Kuota transmigrasi Bantul 2026 turun drastis. Dari tiga KK pada tahun lalu, kini hanya satu KK yang mendapat kesempatan berangkat.
Minuman Berpemanis dalam Kemasan di supermarket. - Ilustrasi/StockCake
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul mengimbau masyarakat agar tidak mengonsumsi makanan manis dan minuman bersoda secara berlebihan saat merayakan Idulfitri mendatang. Kepala Dinkes Bantul menekankan pentingnya menjaga pola makan seimbang supaya perayaan hari raya tetap nyaman tanpa menimbulkan gangguan kesehatan bagi warga.
Selain itu, Dinkes Kabupaten Bantul juga menemukan sejumlah makanan kaleng atau parsel yang tidak layak konsumsi menjelang Lebaran. Temuan itu dilakukan saat Dinkes melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah supermarket dan toko ritel modern yang ada di wilayahnya.
Kepala Dinkes Bantul, Agus Tri Widiyantara, mengatakan menjelang Lebaran masyarakat biasanya banyak membeli makanan kaleng atau parsel untuk dibagikan kepada kerabat atau disajikan kepada para tamu. Untuk menjaga kualitas makanan pihaknya pun rutin memeriksa produk tersebut ke supermarket.
"Ini kegiatan rutin kami setiap tahun dan yang tahun ini kami gelar pada 10-11 Maret lalu," kata Agus, Rabu (18/3/2026).
Dalam sidak itu petugas menemukan sejumlah makanan kaleng yang tidak layak jual seperti kemasan penyok sehingga harus ditarik dan tidak boleh dijual. Hanya saja pihaknya tidak menemukan makanan yang kadaluarsa dijual menjelang Lebaran. "Jumlahnya juga tidak banyak, langsung kami minta pemilik toko untuk menarik barang yang tidak layak jual," ungkapnya.
Selain itu selama Ramadan tahun ini Dinkes Bantul bekerja sama dengan BPOM di Jogja juga mengawasi takjil yang dijual di wilayah setempat. Biasanya pada bulan puasa penjual panganan menjamur sehingga wajib diawasi dari kandungan bahan berbahaya. "Dari 10 sampel yang diperiksa tidak mengandung bahan yang berbahaya, contohnya metanil yellow atau rhodamin B, itu nggak ada," kata Agus.
Agus juga mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi makanan secara berlebihan pada Idulfitri nanti terutama minuman soda dan panganan manis. "Dengan menjaga pola makan yang seimbang, perayaan Lebaran dapat tetap dinikmati tanpa mengorbankan kesehatan," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kuota transmigrasi Bantul 2026 turun drastis. Dari tiga KK pada tahun lalu, kini hanya satu KK yang mendapat kesempatan berangkat.
PKK Bausasran mengolah limbah dapur menjadi Eco Enzyme dan menghasilkan lebih dari 60 liter sabun cair multifungsi untuk kebutuhan warga.
BPBD Bantul mencatat 19 kasus kebakaran selama Mei 2026 dan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau.
Hasil pertanian Wadas menurun sejak penambangan Bendungan Bener. Project Multatuli menilai perubahan lingkungan turut mengubah pola hidup warga
Pelatkab Sleman resmi dimulai sebagai persiapan PORDA DIY 2027. KONI Sleman menargetkan juara umum kelima berturut-turut dengan 1.399 peserta.
Maxim Indonesia menerapkan potongan komisi ojol 8% untuk layanan Maxim Bike mulai 1 Juli 2026 sesuai Perpres Nomor 27 Tahun 2026.