Dugaan Pungli Food Truck di Alkid Jogja, Anggota Polsek Kraton Aipda S Masuk Patsus
Dugaan pungli food truck di Alkid masuk tahap baru. Aipda S ditetapkan sebagai terduga pelanggar dan menjalani pemeriksaan Propam.
Aktivitas di Bank Sampah Suryo Resik, Mantrijeron, Kota Jogja. Ist/ Bank Sampah Suryo Resik
Harianjogja.com, JOGJA—Inovasi bank sampah di Jogja makin berkembang. Bank Sampah Suryo Resik menghadirkan layanan tabungan sampah yang bisa digunakan untuk bayar listrik, PBB, hingga pulsa, sekaligus memperkuat ekonomi warga.
Bank Sampah Suryo Resik yang berlokasi di Suryodiningratan, Kemantren Mantrijeron, kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengelolaan sampah, tetapi juga menyediakan layanan keuangan berbasis tabungan sampah bagi masyarakat. Melalui sistem ini, warga dapat memanfaatkan nilai ekonomis sampah untuk berbagai kebutuhan sehari-hari.
Layanan yang ditawarkan cukup beragam. Nasabah dapat menggunakan saldo hasil setoran sampah untuk membayar listrik, pajak bumi dan bangunan (PBB), hingga membeli pulsa. Bahkan, bank sampah ini juga menyediakan fasilitas pinjaman skala kecil bagi warga yang membutuhkan.
Ketua Bank Sampah Suryo Resik, Munjiyah, menjelaskan bahwa inovasi tersebut merupakan pengembangan dari fungsi awal bank sampah agar manfaatnya lebih luas dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Nasabah tetap bisa pinjam uang kalau butuh, atau bayar token listrik, PBB, dan pulsa melalui bendahara bank sampah,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Ia menambahkan, pengembangan ini dilakukan agar aktivitas pengelolaan sampah tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga.
Partisipasi masyarakat pun terus meningkat seiring hadirnya manfaat finansial tersebut. Warga tidak hanya mendapatkan lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga memperoleh nilai tambah dari sampah yang mereka kelola.
Dari sisi pengelolaan, transparansi menjadi kunci kepercayaan nasabah. Pengurus secara rutin menyusun laporan administrasi dan keuangan yang dibagikan setiap bulan melalui grup WhatsApp.
“Setiap bulan tertib administrasi dan dilaporkan di grup WA. Laporan keuangan setiap bulan bertambah,” jelas Munjiyah.
Kepercayaan tersebut mendorong warga untuk tetap aktif menjadi nasabah, bahkan sebagian memanfaatkan bank sampah sebagai alternatif simpan pinjam berbasis komunitas.
Jumlah nasabah juga mengalami peningkatan signifikan. Awalnya hanya melayani warga RW 13 Suryodiningratan dengan sekitar 200 nasabah, kini berkembang hingga sekitar 700 nasabah setelah menjalin kerja sama dengan institusi pendidikan.
“Nasabah di RW 13 itu sekitar 200 lebih. Tapi dengan kerja sama STIKES, totalnya sampai 700 nasabah,” ujarnya.
Kerja sama tersebut membuka peluang bagi mahasiswa untuk ikut menyetor sampah sebagai bagian dari aktivitas mereka, sehingga memperluas jangkauan layanan bank sampah.
“Kalau mahasiswa biasanya setor di luar jadwal, tapi harus konfirmasi dulu. Karena bank sampahnya di rumah saya, jadi lebih fleksibel,” katanya.
Dalam operasionalnya, pengelolaan sampah tetap dilakukan dengan sistem pemilahan. Sampah anorganik dikumpulkan dan dijual, sementara sampah organik diolah secara mandiri oleh warga menjadi kompos dengan berbagai metode.
“Kalau sampah anorganik masuk ke bank sampah, yang organik kita jadikan kompos. Warga sudah banyak yang pakai biopori atau metode lain,” ujarnya.
Melalui inovasi tabungan sampah ini, Bank Sampah Suryo Resik terus berkembang sebagai model pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya berfokus pada pengelolaan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru berbasis komunitas di Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dugaan pungli food truck di Alkid masuk tahap baru. Aipda S ditetapkan sebagai terduga pelanggar dan menjalani pemeriksaan Propam.
Denver, anjing malamut alaska seberat 70 kg di Semarang, ‘bekerja’ lewat sesi foto berbayar untuk membantu biaya shelter anjing telantar.
Pemkab Sleman membuka Sleman Creative Weeks #6 untuk memperkuat ekonomi kreatif dan ekosistem seni budaya hingga Oktober 2026.
Basral Graito memilih menikmati pertandingan untuk menjaga fokus di Asian Games 2026 dan bersiap tampil di World Skate Paraguay.
DPRD Jateng menerima informasi 19 titik pengeboran geotermal dan meminta ESDM serta PLN menemui warga di sekitar Gunung Ungaran.
Polda Banten membongkar sindikat penyalahgunaan solar subsidi di Serang. Polisi menyita 1.000 liter solar dan menetapkan dua tersangka.