200 Guru DIY Belajar AI, Siap Manfaatkan Copilot untuk Pembelajaran
Sebanyak 200 guru DIY mengikuti pelatihan AI dari Microsoft Elevate untuk mendukung pembelajaran, penilaian siswa, dan efisiensi administrasi.
Penampakan buaya berukuran 50 cm yang ditemukan warga warga di bantaran Sungai Opak Bintaran Kulon RT 005, Srimulyo, Piyungan, Jumat (1/5/2026) sore. Dokumentasi Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Kemunculan buaya di Sungai Opak Bantul menggegerkan warga. Seekor reptil berukuran sekitar 50 sentimeter ditemukan di bantaran sungai wilayah Bintaran Kulon RT 005, Srimulyo, Piyungan, Bantul, Jumat (1/5/2026) sore, sebelum akhirnya dievakuasi petugas.
Hewan tersebut pertama kali terlihat berjemur di tepian Sungai Opak oleh warga yang sedang memancing, sehingga memicu kekhawatiran akan potensi bahaya bagi masyarakat sekitar.
Kepala Bidang Damkarmat BPBD Bantul, Kristanto Kurniawan, mengatakan laporan diterima dari warga bernama Ahmad Mukhlis sekitar pukul 14.45 WIB. Saat itu pelapor melihat langsung kemunculan buaya di bantaran sungai.
“Karena dikhawatirkan membahayakan warga sekitar maupun pemancing, pelapor kemudian meminta bantuan petugas untuk melakukan evakuasi,” katanya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Damkarmat BPBD Bantul dari Sektor 6 Piyungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penangkapan sekaligus asesmen kondisi satwa.
Dalam proses evakuasi, petugas menggunakan sejumlah perlengkapan, mulai dari kendaraan trail, alat pelindung diri (APD), hingga alat penjepit ular untuk mengamankan buaya tersebut.
Kristanto memastikan tidak ada korban jiwa maupun kerugian dalam kejadian ini. Buaya berhasil diamankan dan saat ini ditempatkan sementara di Pos Damkar Piyungan.
“Panjang buaya kurang lebih 50 sentimeter dan saat ini masih berada di Pos Damkar Piyungan,” ujarnya.
Hingga kini, BPBD Bantul masih menunggu tindak lanjut dari instansi terkait mengenai penanganan lanjutan satwa tersebut. Koordinasi telah dilakukan dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam dan Gembira Loka Zoo, namun belum ada keputusan resmi.
“Informasinya Senin besok dari DKP [Dinas Kelautan dan Perikanan] akan datang ke pos, tetapi belum tahu juga apakah akan diambil atau bagaimana,” katanya.
Sementara itu, Ahmad Mukhlis mengaku baru pertama kali melihat buaya muncul di lokasi tersebut. Meski demikian, warga sekitar menyebut pernah ada temuan serupa di kawasan utara jembatan dekat aliran Sungai Opak.
“Kalo saya baru pertama kali. Kata warga sekitar sebelumnya pernah ditemukan di utara jembatan,” ujarnya.
Asal-usul kemunculan buaya ini masih belum diketahui. Namun, warga menduga satwa tersebut kemungkinan merupakan hewan peliharaan yang terlepas ke sungai, mengingat ukurannya yang relatif kecil dan tidak ditemukan induk di sekitar lokasi.
"Kemungkinan tidak ada indukannya karena itu mungkin piaraan warga yang lepas," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 200 guru DIY mengikuti pelatihan AI dari Microsoft Elevate untuk mendukung pembelajaran, penilaian siswa, dan efisiensi administrasi.
BNPB memastikan gempa M 6,7 di Palu tidak berpotensi tsunami. Masyarakat diminta mengabaikan hoaks dan hanya mengikuti informasi resmi.
Peserta JKN asal Sleman mengaku kondisi diabetes, hipertensi, dan kecemasan berangsur membaik setelah hampir dua tahun menjalani pengobatan rutin.
Ibu dan anak asal Solo terseret ombak di Pantai Drini, Gunungkidul. Keduanya berhasil diselamatkan petugas SAR, satu korban dirawat di RSUD Saptosari.
Ketua KPK Setyo Budiyanto mengungkap modus penyimpangan pengadaan melalui e-katalog yang melibatkan orang dalam, broker, hingga makelar kasus.
Austria meraih kemenangan 3-1 atas Yordania pada laga Grup J Piala Dunia 2026. Marko Arnautovic mencetak gol penutup lewat penalti.