Kebakaran Lahan Meningkat, DPRD Bantul Dorong Pengawasan hingga RT

Yosef Leon
Yosef Leon Kamis, 30 Juli 2026 17:47 WIB
Kebakaran Lahan Meningkat, DPRD Bantul Dorong Pengawasan hingga RT

Ilustrasi kebakaran lahan. /Solopos-M. Ferri Setiawan

Harianjogja.com, BANTUL—DPRD Bantul meminta pengawasan terhadap potensi kebakaran lahan diperkuat seiring meningkatnya jumlah kejadian selama musim kemarau. Upaya antisipasi dinilai perlu dilakukan hingga tingkat RT agar titik api yang muncul akibat kelalaian dapat segera ditangani.

Ketua Komisi A DPRD Bantul, Jumakir, mengatakan pemangku wilayah mulai dari dukuh, lurah, hingga kapanewon perlu meningkatkan sosialisasi dan pengawasan kepada masyarakat terkait potensi kebakaran.

"Kami mendorong pada pemangku wilayah di tingkat Dukuh, Lurah, Kapanewon, untuk bisa memberikan sosialisasi kepada masyarakat dan memperkuat pengawasan," kata Jumakir, Kamis (30/7/2026).

Menurutnya, kebakaran pada musim kemarau tidak hanya mengancam permukiman, tetapi juga berpotensi merusak kawasan pertanian, lahan, hingga hutan. Kondisi tersebut diperparah dengan masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran lahan.

"Masyarakat kita itu kan kadang juga masih ada kelalaian, ketika bakar sampah atau yang lain itu sembarang saja, ini yang perlu diedukasi," jelasnya.

Jumakir menambahkan, perangkat kewilayahan dapat menggandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan dari risiko kebakaran. Langkah tersebut diharapkan mampu meminimalkan kerugian dan gangguan terhadap aktivitas masyarakat.

"Paling tidak lebih berhati-hati. Karena memang musim kemarau ini kejadiannya meningkat signifikan," ungkapnya.

Selain itu, DPRD Bantul juga mempersilakan aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus kebakaran lahan yang disebabkan unsur kesengajaan maupun kelalaian dengan dampak yang cukup besar. Penegakan hukum dinilai penting untuk memberikan efek jera agar kejadian serupa tidak terulang.

Jumakir menyebut, keberadaan pos pemadam kebakaran di Bantul saat ini masih memadai untuk menjangkau seluruh wilayah. Terdapat tujuh pos pemadam yang siap siaga, termasuk dukungan personel yang tersedia.

"Di sisi lain kita kan juga sudah punya relawan pemadam kebakaran di tingkat kalurahan. Kalau tidak salah di 40 kalurahan sudah ada dan kami minta agar dimaksimalkan," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Damkarmat BPBD Bantul, Kristanto Kurniawan, mengungkapkan pada Juni 2026 petugas menangani 32 kejadian kebakaran di berbagai lokasi. Rinciannya meliputi tujuh kebakaran rumah, delapan kebakaran lahan, lima kebakaran bangunan, 10 kebakaran tumpukan sampah, serta masing-masing satu kejadian pada jaringan listrik dan tempat usaha.

Memasuki Juli 2026, jumlah kejadian kebakaran kembali mengalami peningkatan. Hingga 22 Juli 2026 tercatat telah terjadi 30 kejadian kebakaran dengan lahan menjadi objek yang paling banyak terdampak.

Dari total kejadian tersebut, sebanyak 17 kasus merupakan kebakaran lahan, tiga kebakaran rumah, tiga kebakaran jaringan listrik, dua kebakaran tempat usaha, satu kebakaran bangunan, serta empat kebakaran tumpukan sampah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online