Pilur Serentak Bantul Masuk Tahap Penetapan Calon, 24 Lurah Petahana Ajukan Cuti
Pilur serentak Bantul memasuki tahap penetapan calon. Sebanyak 24 lurah petahana telah mengajukan cuti untuk kembali mencalonkan diri.
Petugas TPR Kalurahan Parangtritis saat menarik retribusi wisata kepada pengunjung di kawasan Pantai Parangtritis, Selasa (25/8/2026). Kunjungan wisatawan ke destinasi tersebut mencapai belasan ribu orang saat libur Maulid Nabi. Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, BANTUL— Keluhan wisatawan terkait biaya sewa tikar di Pantai Parangtritis, Kretek, Bantul, kembali menjadi perhatian. Seorang wisatawan mengaku harus membayar Rp100.000 setelah membeli makanan dan minuman serta menggunakan tikar di kawasan pantai tersebut.
Keluhan itu viral di media sosial setelah diunggah akun Instagram @merapi_uncover. Dalam unggahan tersebut, wisatawan merinci sejumlah barang yang dibeli dan biaya yang dikenakan, termasuk sewa tikar.
Pengunggah menyebut harga kelapa muda sebesar Rp20.000 per buah, dua porsi mi goreng masing-masing Rp15.000, bakwan Rp10.000, serta biaya sewa tikar Rp20.000. Total pembayaran yang disebutkan mencapai Rp100.000.
“Min masak di paris jajan di situ duduk di tikar disuruh bayar Rp20 ribu. Beli kelapa muda, mie goreng 2, bakwan Rp10 ribu totalnya Rp100 ribu,” tulis pengunggah.
Ketua Karang Taruna Kalurahan Parangtritis, Ivan Galang, mengatakan pihaknya telah melakukan klarifikasi kepada pedagang yang bersangkutan. Klarifikasi dilakukan bersama Pemerintah Kalurahan Parangtritis, Dinas Pariwisata Bantul, dan kepolisian.
Menurut Galang, pedagang mengakui menarik biaya sewa tikar kepada wisatawan yang berkunjung pada Minggu (20/9/2026). Namun, ia menyebut persoalan tersebut terjadi karena informasi mengenai biaya sewa tidak disampaikan sejak awal.
“Jadi sebenarnya pedagang itu tidak ‘nuthuk’, tapi tidak memberitahukan bahwa duduk di tikar tetap harus bayar sewa meski sudah membeli makanan atau minuman,” kata Galang, Senin (21/9/2026).
Galang menjelaskan, wisatawan perlu memperoleh informasi yang jelas sebelum menggunakan fasilitas atau memesan makanan dan minuman. Dengan begitu, pengunjung dapat mengetahui biaya yang harus dibayar dan menghindari kesalahpahaman saat transaksi berlangsung.
Galang mengatakan keluhan mengenai biaya yang dinilai tidak diinformasikan secara jelas bukan kali pertama muncul. Menurutnya, persoalan seperti ini dapat memengaruhi kenyamanan wisatawan dan berpotensi membuat mereka enggan berkunjung kembali ke Pantai Parangtritis.
Karena itu, kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pengelola kawasan wisata dan para pedagang. Ia meminta pedagang menyampaikan harga makanan, minuman, serta jasa sewa tikar secara terbuka sebelum wisatawan menggunakan fasilitas tersebut.
“Pedagang seharusnya memberitahu kepada wisatawan jika duduk di tikar ada jasanya, tidak langsung ditarik jasa sewa tikar,” ujarnya.
Galang yang juga merupakan pegawai Dinas Pariwisata Bantul dan sehari-hari bertugas di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Parangtritis itu menilai keterbukaan tarif dapat membantu mencegah munculnya persepsi negatif terhadap pedagang di kawasan wisata.
Ia menyarankan pemasangan informasi harga agar wisatawan dapat mengetahui biaya yang berlaku sebelum memesan makanan atau menyewa fasilitas.
“Jika perlu nanti ada semacam poster harga menu makanan dan minuman serta sewa tenda agar wisatawan tidak merasa jadi korban aksi ‘nuthuk’ pedagang,” pungkas dia.
Transparansi harga menjadi hal yang perlu diperhatikan dalam pelayanan wisata, termasuk ketika pedagang menawarkan fasilitas tambahan seperti tikar atau tenda. Informasi yang disampaikan sejak awal dapat membantu wisatawan mengambil keputusan dan memahami rincian biaya sebelum bertransaksi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak Bantul memasuki tahap penetapan calon. Sebanyak 24 lurah petahana telah mengajukan cuti untuk kembali mencalonkan diri.
Nusron Wahid mengaku pengunduran diri dari kepengurusan Golkar sudah dibahas dengan Bahlil sejak tahun lalu.
Topan Dujuan mendekati Tokyo, JAL dan ANA membatalkan sedikitnya 275 penerbangan akibat cuaca buruk dan hujan ekstrem.
Simak lima alat pelacak mobil, mulai dari GPS Kabel Android hingga Super Spring VT-100 M. Ketahui fitur dan kisaran harganya.
Survei Culture Amp menunjukkan 85% karyawan didorong memakai AI di tempat kerja. Namun, sebagian masih membutuhkan penjelasan tentang tujuan dan dampaknya.
Dinas Pendidikan Gunungkidul mencatat ada 131 sekolah yang mendapatkan bantuan perbaikan dari Pemerintah Pusat. Diharapkan dapat meingkatkan sarpras di sekolah.