Advertisement
Bantul Usulkan Tiga SPAM Baru untuk Layanan Air Minum
Kawasan Bendung Kamijoro yang berada di Sungai Progo, di Kulonprogo. / Kementerian PUPR
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL — Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul mengusulkan pembangunan tiga Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) baru ke pemerintah pusat. Proyek ini akan dibangun di wilayah Dlingo, Pleret, dan Kamijoro, Pajangan.
Kepala DPUPKP Bantul, Jimmy Simbolon, menjelaskan, saat ini pembahasan masih pada tahap persiapan Detail Engineering Design (DED). “DED-nya ada tiga, yakni SPAM Dlingo, SPAM Pleret, dan SPAM Kamijoro di Pajangan. Itu semuanya pembangunan baru dan sudah kami ajukan ke pusat. Ketiganya disetujui,” katanya, Sabtu (31/1/2026).
Advertisement
Jimmy berharap pembangunan SPAM ini dapat meningkatkan layanan air bersih dan air minum bagi masyarakat Bantul. Saat ini, cakupan layanan air layak masih di kisaran 13–14 persen. “Kami masih di ambang 13 sampai 14 persen untuk kecukupan air bersih dan air minum. Dengan SPAM ini, kami berharap bisa membantu meningkatkan layanan air layak bagi masyarakat,” ujar Jimmy.
Meski proyek telah disetujui, pelaksanaan pembangunan masih menunggu arahan pemerintah pusat, khususnya terkait kesiapan dokumen perencanaan. “Pengerjaannya kami masih menunggu dari pusat. Arahan terakhir, DED Kamijoro masih menunggu keputusan lanjutan,” jelasnya.
BACA JUGA
Terkait anggaran, Jimmy belum dapat menyebutkan nilai total investasi. Namun, seluruh proyek telah resmi diusulkan dan menunggu realisasi.
Untuk pengelolaan pascapembangunan, mekanismenya berbeda dengan program Pamsimas yang biasanya dikelola masyarakat desa. SPAM ini kemungkinan besar akan diserahkan kepada instansi teknis, seperti PDAM. “Kalau sudah jadi, pengelolaannya beda dengan Pamsimas. Kemungkinan nanti diserahkan ke PDAM,” jelas Jimmy.
DPUPKP Bantul menegaskan, realisasi pembangunan tiga SPAM ini diharapkan dapat segera dimulai agar kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih dan air minum layak dapat terpenuhi secara bertahap.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




