Reuni FHUI 1991 di Bantul Tanam Pohon, Tinggalkan Legacy Lingkungan
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Lonjakan pengunjung menjelang waktu berbuka membuat kawasan di depan Pasar Bantul berubah menjadi pusat keramaian setiap sore selama Ramadan. - ist
Harianjogja.com, BANTUL—Lonjakan pengunjung menjelang waktu berbuka membuat kawasan di depan Pasar Bantul berubah menjadi pusat keramaian setiap sore selama Ramadan. Warga berbondong-bondong datang untuk berburu takjil, memicu peningkatan penjualan yang signifikan bagi para pedagang.
Situasi ini terlihat konsisten dalam beberapa hari terakhir, terutama saat mendekati waktu magrib. Deretan lapak kuliner di sepanjang area tersebut dipadati pembeli yang mencari berbagai menu berbuka, mulai dari makanan berat hingga jajanan ringan.
Beragam pilihan makanan tersedia di pasar dadakan ini. Mulai dari kuliner tradisional, minuman segar, hingga makanan kekinian, semuanya mudah ditemukan di satu lokasi yang sama.
Tingginya minat masyarakat memberikan dampak langsung bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan tersebut. Banyak pedagang mengaku mengalami lonjakan omzet dibanding hari biasa.
Salah satunya Dinda, pedagang makanan yang merasakan peningkatan penjualan hingga beberapa kali lipat selama Ramadan.
“Ini jauh lebih ramai dibandingkan hari biasa, bisa sampai tiga kali lipatnya. Terus ini juga pengunjungnya banyak sekali jadi sangat membantu para pedagang seperti kami,” ujarnya, Senin (16/3/2026).
Ramainya aktivitas jual beli ini juga didukung oleh pemerintah daerah. Pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi dilakukan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan dan kenyamanan pengunjung.
“Ini juga kami para pedagang didukung sama Pemkab, salah satunya mereka bantuin mengatur jalan,” kata Dinda.
Selain itu, promosi Pasar Ramadan turut digencarkan melalui berbagai kanal media sosial untuk menarik lebih banyak pengunjung.
Di sisi lain, keberadaan pasar ini juga dirasakan manfaatnya oleh warga. Salah satu pengunjung, Nilam Dwiyanti, mengaku terbantu karena dapat dengan mudah menemukan menu berbuka. Ia tertarik membeli siomai yang dijajakan di salah satu lapak setelah melihat keramaian di lokasi.
“Kebetulan ada Pasar Ramadan ini tadi mampir karena ramai sekali. Jadi mau cari makanan apapun ada di sini,” ucapnya.
Menurut Nilam, ragam pilihan makanan di lokasi tersebut cukup lengkap. Selain itu, harga yang ditawarkan pedagang juga masih terjangkau bagi masyarakat. “Harganya masih masuk akal dan tidak mahal menurut saya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Harga buyback emas Pegadaian 5 Juli 2026 untuk Antam, UBS, dan Galeri 24. Simak daftar nilai jual kembali terbaru semua ukuran.
Importa Furniture menggelar sunat massal bagi 40 anak untuk memperingati HUT ke-15. Kegiatan menjadi bagian dari program CSR di Sleman.
KONI DIY memperluas kerja sama dengan kampus, lembaga kesehatan, media, dan institusi digital untuk memperkuat pembinaan serta prestasi atlet DIY.
Pameran Galeri Nasional Indonesia di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta menghadirkan 28 maestro seni rupa hingga 30 Agustus 2026.
BPBD Sleman mewaspadai kekeringan 2026. Pakem, Tempel, dan Minggir menjadi wilayah dengan distribusi air bersih tertinggi empat tahun terakhir.