Litto Jogja Tembus Top 25 WISH 2026, Ini Konsep Wisatanya
Litto Jogja masuk Top 25 WISH 2026 setelah bersaing dengan 570 usaha pariwisata. Konsepnya menggabungkan alam, wellness dan karakter lokal.
Lonjakan pengunjung menjelang waktu berbuka membuat kawasan di depan Pasar Bantul berubah menjadi pusat keramaian setiap sore selama Ramadan. - ist
Harianjogja.com, BANTUL—Lonjakan pengunjung menjelang waktu berbuka membuat kawasan di depan Pasar Bantul berubah menjadi pusat keramaian setiap sore selama Ramadan. Warga berbondong-bondong datang untuk berburu takjil, memicu peningkatan penjualan yang signifikan bagi para pedagang.
Situasi ini terlihat konsisten dalam beberapa hari terakhir, terutama saat mendekati waktu magrib. Deretan lapak kuliner di sepanjang area tersebut dipadati pembeli yang mencari berbagai menu berbuka, mulai dari makanan berat hingga jajanan ringan.
Beragam pilihan makanan tersedia di pasar dadakan ini. Mulai dari kuliner tradisional, minuman segar, hingga makanan kekinian, semuanya mudah ditemukan di satu lokasi yang sama.
Tingginya minat masyarakat memberikan dampak langsung bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan tersebut. Banyak pedagang mengaku mengalami lonjakan omzet dibanding hari biasa.
Salah satunya Dinda, pedagang makanan yang merasakan peningkatan penjualan hingga beberapa kali lipat selama Ramadan.
“Ini jauh lebih ramai dibandingkan hari biasa, bisa sampai tiga kali lipatnya. Terus ini juga pengunjungnya banyak sekali jadi sangat membantu para pedagang seperti kami,” ujarnya, Senin (16/3/2026).
Ramainya aktivitas jual beli ini juga didukung oleh pemerintah daerah. Pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi dilakukan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan dan kenyamanan pengunjung.
“Ini juga kami para pedagang didukung sama Pemkab, salah satunya mereka bantuin mengatur jalan,” kata Dinda.
Selain itu, promosi Pasar Ramadan turut digencarkan melalui berbagai kanal media sosial untuk menarik lebih banyak pengunjung.
Di sisi lain, keberadaan pasar ini juga dirasakan manfaatnya oleh warga. Salah satu pengunjung, Nilam Dwiyanti, mengaku terbantu karena dapat dengan mudah menemukan menu berbuka. Ia tertarik membeli siomai yang dijajakan di salah satu lapak setelah melihat keramaian di lokasi.
“Kebetulan ada Pasar Ramadan ini tadi mampir karena ramai sekali. Jadi mau cari makanan apapun ada di sini,” ucapnya.
Menurut Nilam, ragam pilihan makanan di lokasi tersebut cukup lengkap. Selain itu, harga yang ditawarkan pedagang juga masih terjangkau bagi masyarakat. “Harganya masih masuk akal dan tidak mahal menurut saya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Litto Jogja masuk Top 25 WISH 2026 setelah bersaing dengan 570 usaha pariwisata. Konsepnya menggabungkan alam, wellness dan karakter lokal.
BK DPRD Bantul menyatakan belum ada laporan pelanggaran berat anggota dewan sepanjang 2024-2026. Pelanggaran masih sebatas administrasi.
MK menilai gugatan syarat administrasi Gibran tidak relevan dan telah melampaui tahapan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2024.
Pew Research Center mencatat 10 negara dengan proporsi warga yang tidak berdoa setiap hari. Swedia tertinggi, disusul Hungaria dan Jerman.
Pematangan lahan PSEL Piyungan dimulai Oktober 2026 dan ditargetkan rampung Desember sebelum pembangunan fisik dimulai.
Empat WNI korban pembajakan kapal MT Honour 25 oleh perompak Somalia dipulangkan ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta.