Minum Kopi Ternyata Bantu Kesehatan Usus dan Kurangi Stres
Studi terbaru menunjukkan kopi, termasuk decaf, dapat meningkatkan kesehatan usus, menurunkan stres, dan mendukung fungsi otak melalui mikrobioma.
Ilustrasi makan sahur/berbuka puasa. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Umat Islam kembali berkesempatan menunaikan Puasa Ayyamul Bidh pada pertengahan bulan Syakban 1447 Hijriah yang bertepatan dengan awal Februari 2026. Puasa sunah tiga hari ini menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan sebagai persiapan spiritual menjelang Ramadan.
Disarikan dari berbagai sumber, Puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 dalam kalender Hijriah. Istilah Ayyamul Bidh berarti “hari-hari putih”, merujuk pada malam-malam terang saat bulan purnama bersinar penuh. Ibadah ini memiliki keutamaan tersendiri, terlebih ketika dilakukan di bulan Syakban yang dikenal sebagai bulan diangkatnya amal perbuatan kepada Allah SWT.
Berdasarkan kalender Hijriah yang dirilis Kementerian Agama, pelaksanaan Puasa Ayyamul Bidh Syakban 1447 H jatuh pada awal Februari 2026. Berikut jadwal lengkapnya:
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Syakban 2026
Dalam menjalankan puasa sunah ini, umat Islam dianjurkan membaca niat sebelum fajar. Berikut bacaan niat Puasa Ayyamul Bidh yang lazim diamalkan:
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaytu shauma ayyāmil bidh lillāhi ta'ālā
Artinya: “Saya niat puasa Ayyamul Bidh karena Allah Ta’ala.”
Saat waktu berbuka puasa tiba, dianjurkan membaca doa berikut sebagai bentuk syukur atas nikmat Allah SWT:
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلى رِزْقِكَ أفْطَرْتُ ذَهَبَ الظَّمأُ وابْتَلَّتِ العُرُوقُ وَثَبَتَ الأجْرُ إِنْ شاءَ اللَّهُ تَعالى
Allâhumma laka shumtu wa ‘alâ rizqika afthartu dzahaba-dh-dhama’u wabtalatil ‘urûqu wa tsabatal ajru insyâ-allâh ta‘âlâ
Artinya: “Ya Allah, untuk-Mulah aku berpuasa, atas rezeki-Mulah aku berbuka. Telah sirna rasa dahaga, urat-urat telah basah, dan semoga pahala telah ditetapkan, insyaallah.”
Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh ditegaskan dalam sejumlah hadis. Rasulullah SAW bersabda, “Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (bulan Hijriah).” (HR. Tirmidzi). Anjuran ini juga termasuk dalam wasiat Rasulullah SAW kepada sahabat Abu Hurairah RA agar tidak meninggalkan tiga amalan utama.
Keistimewaan Puasa Ayyamul Bidh semakin besar ketika dilaksanakan di bulan Syakban. Dalam riwayat Usamah bin Zaid RA disebutkan bahwa Rasulullah SAW memperbanyak puasa di bulan Syakban karena bulan ini sering dilupakan, berada di antara Rajab dan Ramadan. Beliau bersabda, “Padahal bulan itu adalah bulan diangkatnya amal-amal kepada Rabb semesta alam, dan aku senang jika amalku diangkat dalam keadaan berpuasa.”
Dengan demikian, Puasa Ayyamul Bidh Syakban menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk meningkatkan ketakwaan, memperbanyak amal saleh, serta mempersiapkan diri secara spiritual menjelang datangnya bulan suci Ramadan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Studi terbaru menunjukkan kopi, termasuk decaf, dapat meningkatkan kesehatan usus, menurunkan stres, dan mendukung fungsi otak melalui mikrobioma.
Penguatan implementasi UU PDP dinilai penting untuk menjaga kedaulatan data Indonesia di tengah ancaman kebocoran data dan perkembangan teknologi digital.
Metode RFA jadi solusi atasi benjolan tiroid tanpa operasi. Minim risiko, tanpa bekas luka, hasil efektif bertahap.
Imigrasi Soetta ungkap dua modus haji ilegal, dari visa wisata hingga visa kerja. Puluhan jemaah berhasil dicegah.
Persib Bandung bantah isu tunggakan gaji. Transfer ban FIFA ternyata terkait kasus kontrak Daisuke Sato.
Krisis Selat Hormuz picu ancaman ekonomi global. IMF, Bank Dunia, IEA, dan WTO soroti pasokan minyak dan energi.