Survei Segara Research: 73,8% Ojol Gabung karena Tak Dapat Kerja Formal
Survei Segara Research Institute menunjukkan 73,8 persen ojol bergabung sebagai pekerja gig karena tidak mendapatkan pekerjaan formal.
Ilustrasi. /Antarafoto
Harianjogja.com, KULONPROGO - Tidak ada yang pernah tahu, kapan dan di mana kita akan melaksanakan pernikahan. Hal inilah yang dirasakan oleh pasangan Muhammad Adi Saputra, 26 dan Suprapti, 25.
Lantaran pengantin pria kecelakaan lalu lintas, ijab kobul pernikahan terpaksa dilakukan di bangsal Dahlia RSUD Wates, Kulonprogo, Minggu (19/1/2020).
Dengan tergolek di tempat tidur, Muhammad Adi Saputra membaca ijab kobul yang dipimpin oleh penghulu KUA Wates, Zamroni. Sedangkan wali nikah adalah Kamidi, yang merupakan bapak dari Suprapti.
Pernikahan yang sederhana, namun khidmat, dalam satu kali ucapan pasangan yang sudah delapan tahun pacaran ini sah menjadi pasangan pengantin.
Penghulu KUA Wates Zamroni mengatakan meski di rumah sakit persyaratan pernikahan harus dipenuhi. Baik mas wali nikah, mas kawin, hingga saksi-saksi. Hanya prosesnya lebih singkat tanpa ada pengantar dan sambutan-sambutan.
Sedianya pernikahan akan dilaksanakan di rumah mempelai perempuan. Namun karena pengantin pria kecelakaan akhirnya dilaksanakan di rumah sakit. Namun langsung ijab kobul dengan mas kawin seperangkat alat salat.
“Karena kondisi dibuat lebih singkat dan tadi sudah terlaksana dan sah,” kata Zamroni.
Sebagai petugas pencatat nikah, dia belum bisa mengeluarkan buku nikah, karena harus ditandatangani. Sementara pengantin pria tangannya masih sakit dan belum bisa tanda tangan. Nanti setelah sehat mereka harus ke KUA untuk tanda tangan buku nikah.
“Kalau kartu nikahnya sudah, besok kalau sudah sehat (pengantin) ke kantor untuk tandatangan buku,” tuturnya.
Pengantin Pria Muhammad Adi Saputra, mengaku bersyukur bisa melaksanakan pernikahan di rumah sakit. Meski tergolek, tapi saudara dan teman-temannya tetap datang menyaksikan pernikahannya.
Padahal rencana pesta pernikahan sudah dipersiapkan dengan baik oleh kedua keluarga. “Meski kondisi saya seperti ini saya tetap senang, bahagia,” ucap warga Pedukuhan II, Desa Demen, Kecamatan Temon Kulonprogo ini.
Sedangkan, mempelai wanita, Suprati juga mengaku bahagia bisa menikah dengan laki-laki yang dicintainya selama ini. Namun, siapa sangka semuanya harus dilaksanakan di rumah sakit.
“Kami pacaran sudah delapan tahun lalu, sejak kelas III SMK,” tutur Suprapti
Warga Wonosidi Lor, Wates Kulonprogo ini, mengaku tetap setia mendampingi sang suami sampai sehat kembali. Setidaknya sang suami sudah 10 hari menjalani perawatan di rumah sakit akibat kecelakaan.
“Meski seperti ini saya tetap bahagia. Untuk pesta atau bulan madu besok kalau sudah sehat,” tutur Suprapti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Survei Segara Research Institute menunjukkan 73,8 persen ojol bergabung sebagai pekerja gig karena tidak mendapatkan pekerjaan formal.
Jarak pandang 600 meter membuat delapan penerbangan di Bandara SMB II Palembang tertunda, terdiri atas empat kedatangan dan empat keberangkatan.
Pemkab Gunungkidul mulai memverifikasi 30 gerai KDMP yang telah dibangun. Operasional masih menunggu proses verifikasi dan validasi.
Tiket MotoGP Mandalika 2026 mulai bisa ditukar di tiga lokasi. Simak jadwal, kategori tiket, jam layanan, dan syarat penukarannya.
Fitriani/Fadona meraih perak padel putri Asian Games 2026 setelah kalah dari pasangan Jepang dengan skor 3-6, 4-6.
Kemenkeu masih mengkaji Whoosh untuk menjaga keberlanjutan layanan sekaligus mencari cara meminimalkan dampaknya terhadap beban fiskal.